Kasus Sambo, Mahfud MD: Motif Sensitif, Seperti Menangani Orang Hamil Mau Melahirkan Tapi Sulit Melahirkan

Rabu 10-08-2022,10:33 WIB
Reporter : admin
Editor : Tangkas Pamuji

"Kita juga melakukan penempatan khusus kepada 4 personel beberapa waktu lalu dan saat ini bertambah menjadi 11 personel Polri," jelas Sigit.

11 orang tersebut terdiri dari perwira berpangkan Irjen 1 orang, Brigjen 2 orang, Kombes 3 orang, AKBP 3 orang, Kompol 2 orang, dan AKP 1 orang. Jumlah ini masih berpotensi bertambah.

Tak Menyangka

Samuel Hutabarat, ayah almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, menyatakan pihak keluarga tidak menyangka jika Irjen Pol Ferdy Sambo terlibat dan menjadi otak pelaku pembunuhan anaknya.

"Saya sebagai ayah Yosua tidak menyangka jika pelaku utamanya adalah Ferdy Sambo, dan terkejut mendengarkan pengumuman dari Kapolri," kata Samuel Hutabarat, di Muaro Jambi, Selasa malam (9/8).

Keluarganya tidak menyangka jika semua itu dilakukan atas perintah Ferdy Sambo, sehingga peristiwa pembunuhan itu dilakukan terhadap anaknya Yosua yang juga sebagai ajudan Sambo.

"Selama ini anak kami, Yosua yang sudah bekerja selama dua setengah tahun dengan Pak Ferdy Sambo, tidak pernah mengeluh atas pekerjaannya dan mungkin disimpannya, agar keluarga tidak mengetahuinya," katanya pula. 

"Saat berkomunikasi dengan keluarga di Jambi, anak kami tidak pernah membebani pikiran kami, begitu juga ketika dia pulang ke Jambi tidak pernah mengatakan hal yang buruk dan dia selalu menceritakan yang baik saja," kata Samuel.  

Sementara, aikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kasus penembakan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J mendapat apresiasi dari Setara Institute.

Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan tim khusus bentukan Jenderal Listyo membuahkan hasil. Buktinya, diplomasi kejujuran, transparansi, dan kinerja berbasis data sampai mengantarkan pada kesimpulan dan fakta.

"Dengan bukti permulaan yang cukup bahwa telah terjadi pembunuhan atas Brigadir J yang melibatkan FS. Kasus ini sungguh menjadi ujian terberat bagi Kapolri. Meski akhirnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo lulus ujian," kata Hendardi dalam keterangan tertulis.

Kasus meninggalnya Brigadir Yosua berlangsung lama. Hampir sebulan. Kini baru terlihat perkembangan signifikan.

"Adanya suatu upaya menghalangi proses penegakan hukum (obstruction of justice). Belum lagi semburan informasi menyangkut kasus ini yang sangat massif membuat proses penyidikan sempat terhambat," jelasnya.

Lebih lanjut Hendardi mengatakan, kasus pengungkapan pembunuhan Brigadir Yosua dengan tersangka Ferdy Sambo dan sejumlah anggota Polri lainnya harus menjadi pelajaran berharga bagi anggota Polri dan juga penegak hukum lainnya. Jangan sekali-kali terlibat dalam suatu perbuatan melanggar hukum.

"Dalam sebuah korps, naughty cop dan clean cop akan selalu ada. Tetapi sebagai sebuah instrumen penegakan hukum, institusi Polri tetap harus menjalankan tugas legal dan konstitusionalnya menegakkan keadilan. Polri harus diawasi dan dikritik tetapi sebagai sebuah mekanisme tentu harus dipercaya," paparnya.

Di bagian lain, kuasa hukum Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, Irwan Irawan membenarkan terjadinya proses penggeledahan dan penyitaan dari rumah mertua Ferdy Sambo di Jalan Bangka XI, Kemang, Jakarta Selatani, Selasa (9/8).

Tags :
Kategori :

Terkait