PSG 3-0 Madrid-Murka Sang Mantan

Jumat 20-09-2019,15:30 WIB

SELEBRASI: Kebahagiaan Angel Di Maria tak terbendung usai mencetak gol ke gawang mantan klubnya, Real Madrid pada matchday pertama Grup A Liga Champions.ISTIMEWA PARIS - Paris saint-Germain (PSG) menggilas Real Madrid pada matchday pertama Grup A Liga Champions. Angel Di Maria menjadi pahlawan PSG dan menuntaskan dendamnya pada sang mantan. Selama 90 menit pertandingan di Parc des Princes, Di Mariao seperti menunjukkan murkanya pada Madrid yang membuangnya 2014 silam. Winger berjuluk Sang Malaikat itu mencetak dua dari tiga gol kemenangan PSG. Angelito yang harus menjadi tulang punggung PSG setelah Kylian Mbappe, Neymar, dan Edinson Cavani absen mencetak gol pertamanya di menit ke-14. Setelah itu, pemain kelahiran Rosario, Argentina itu menggandakan keunggulan tuan rumah di menit ke-33. Satu gol PSG lainnya dilesakkan Thomas Meunier di menit ke-90+1. Kontribusi besarnya membungkam Madrid membuat Di Maria sangat puas. Menurutnya, mereka tampil sangat bagus dan sangat pantas mendapatkan kemenangan ini. "Kami bekerja keras dan hasilnya sempurna. Kami banyak berlari dan pantas mendapatkan kemenangan ini," katanya di situs resmi UEFA. Pada laga kemarin, Di Maria hampir mencetak hattrick setelah sempat berhadapan satu lawan satu dengan Thibaut Courtois di awal babak kedua. Sayang, lobnya terlalu keras sehingga bola melewati gawang yang sudah kosong. Namun, brace alias dua gol sepertinya sudah cukup bagi pemain berusia 31 tahun tersebut. "Kami harus mendapatkan hasil dengan atau tanpa Neymar, Mbape dan Edi (Cavani). Kami harus terus bekerja dengan cara positif ini dan tetap fokus di setiap pertandingan, karena pertandingan ini sangat penting," lanjutnya. Pelatih PSG, Thomas Tuchel, mengapreasiasi penampilan hebat Di Maria. Di Mara telah menunjukkan selama satu tahun bahwa ia mampu melakukan pertunjukan semacam ini. "Kaki kirinya luar biasa," puji Tuchel. Tak hanya berkontribusi menyerang dan sempat memberi umpan matang ke Pablo Sarabia, pemain yang akrab disapa Fideo itu juga terlibat aktif dalam bertahan. "Dia juga sangat kuat dan rendah hati," jelas Tuchel. Kapten PSG, Thiago Silva meminta timnya tetap membumi. Ia juga mengharapkan penampilan hebat mereka berlanjut di laga berikutnya. "Tidak ada pesan yang dikirim, tetapi kami memang mendominasi permainan dengan sangat baik," tegansya kepada RMC Sport. Kalah tiga gol dan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran, Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, sangat kecewa. "Untuk tidak menciptakan peluang dengan para pemain yang kami miliki di lapangan adalah perasaan yang agak aneh. Biasanya, dengan pemain yang kami miliki, kami menciptakan banyak peluang," kata Zidane. Legenda Prancis itu mengakui PSG pantas memenangi pertandingan karena bermain sangat bagus di setiap lini. Sementara, anak asuhnya tidak benar-benar masuk ke dalam permainan meski sempat mencetak dua gol lewat Gareth Bale dan Karim Benzema yang dianulir karena handball serta ofside. Penyerang Madrid, James Rodrguez, menyebut kekalahan telak yang membuat mereka menjadi juru kunci Grup A sangat buruk. Dia menegaskan ini harus jadi pelajaran bagi Madrid. "Tidak perlu ada drama. Ini hari yang buruk, tetapi semua orang belajar dari ini," tandasnya. (amr)

Tags :
Kategori :

Terkait