LAVA: Gunung Merapi terlihat meluncurkan lava pijar.
JOGJAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Jogjakarta dan Jawa Tengah, 15 kali mengeluarkan guguran lava pijar pada Kamis (16/12).
Guguran lava pijar meluncur dengan jarak maksimum sejauh 1.500 meter ke arah barat daya mulai pukul 00.00 sampai 06.00 WIB.
Menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaida selama periode pengamatan, Merapi juga mengalami 54 kali gempa guguran dengan amplitudo 3–35 mm selama 24–99 detik dan dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 2 mm selama 11–18 detik.
Pada Kamis (16/12) pagi, asap putih juga terpantau keluar dari Gunung Merapi dengan intensitas sedang hingga tebal setinggi 50–300 meter di atas puncak.
Selama periode pengamatan, angin di Gunung Merapi bertiup lemah ke arah barat, suhu udara 16–21 derajat Celcius, kelembaban udara 75–95 persen, dan tekanan udara 567–719 mmHg.
Hanik Humaida menjelaskan, pada periode pengamatan Rabu (15/12) pukul 00.00 sampai 24.00 WIB, Gunung Merapi tercatat mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur 2.000 meter dan enam guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter ke arah barat daya.
”Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada level III atau siaga,” ujar Hanik Humaida.
https://radarbanyumas.co.id/bpptkg-jogjakarta-sebut-merapi-luncurkan-awan-panas-2-km-pertahankan-status-siaga/
Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah dalam sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal tiga kilometer ke arah sungai Woro. Selain itu, sejauh lima kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
”Apabila gunung api itu mengalami erupsi eksplosif, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung,” terang Hanik Humaida. (jpc)