Razia pemudik di jalur lingkar Wangon
BANYUMAS-Sebanyak 61 pemudik terjaring di empat Posko Perbatasan yang ada di Tambak, Sokaraja, Wangon dan Ajibarang, Senin (4/5) dini hari. Mereka terjaring razia gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, saat melalui jalur tikus.
Kapala Dinhub Banyumas, Agus Nurhadi mengatakan, pihaknya memantau orang-orang tersebut yang masuk Banyumas dengan saring dan screening serta menanyai tujuan dan berasal dari mana. "Apabila mereka ber KTP Banyumas dan akan masuk wilayah Banyumas Tim berkoordinasi dengan Gugus Tugas Desa dan RT untuk pemantauan. Apabila berasal dari zona merah mereka diarahkan ke Karantina Massal GOR Satria Purwokerto," kata dia.
Ia melanjutkan, kepulangan hari ini (kemarin) terbilang meningkat, karena mencapai 61 orang. "Sebelumnya 37 dan lalu 43 orang sekarang 61," katanya. Dari ke 61 pemudik tersebut dua diantaranya langsung diantar ke GOR Satria Purwokerto. "Yang pulang kerumah, barusan saya dapat laporan, ada yang tidak diterima oleh lingkungan dan harus dikarantina di GOR dulu," terangnya.
Hal tersebut, menurut dia, masih bisa bertambah, karena ditengarai ada pemudik baik dengan travel maupun mobil carter memanfaatkan sejumlah jalur tikus atau alternatif.
Misal, kata Agus, dari arah barat melalui Krajan maupun Banjaranyar, dari arah selatan melewati Dermaji, Gumelar kemudian Kracak Ajibarang, dari arah Timur melewati Padamara.
Bupati Banyumas Achmad Husein mengintruksikan agar Gugus Tugas Desa yang menjadi jalur alternatif untuk melakukan pengawasan agar mereka terdata dan mudah pengawasannya.
“Apabila memungkinkan Gugus Tugas Desa yang biasa untuk jalan alternatif, bisa untuk melarang mobil luar kota yang akan masuk desanya,” katanya.
Dengan kearifan lokal tersebut, biasanya akan lebih diperhatikan oleh orang yang lewat.
Hal tersebut diperkuat oleh Kapolesta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka, agar memanfaatkan Gugus Tugas Desa karena lebih terasa bersahabat.
“Hal tersebut juga karena keterbatasan personil baik Polri, TNI maupun Dinas Perhubungan,” pungkasnya. (ali)