Berjumpa Lagi Setelah 20 Tahun

Minggu 10-11-2019,22:07 WIB

Ayuh Kumpul Sedulur Angkatan 99 SMA Negeri 1 Purwokerto PURWOKERTO- Angkatan 99 SMAN 1 Purwokerto menggelar reuni akbar, Sabtu (9/11) kemarin. Dua dasawarsa. Bukan waktu sebentar. Banyak yang berubah dan berganti. Tapi, tetap saja ada yang tak tergantikan. Rasa persahabatan itu masih sama seperti dua puluh tahun lalu. Acara inti reuni dihelat di gedung sekolah. Sekaligus napak tilas. "Melihat tiap sudut dimana banyak kenangan tertinggal," ujar Ketua Panitia Reuni, Imam Sofyanto yang akrab disapa Oyan. "Alhamdulillah ada 150 teman-teman yang hadir," imbuh dia yang masih saja tetap murah senyum itu. Reuni mengambil tema sederhana, "Ayuh Kumpul Sedulur,". Namun dari yang sederhana itu justru sebelumnya telah banyak kegiatan dikerjakan. Teman-teman panitia mensosialisasikan rekening bersama angkatan 99. "Rekening ini sejak tahun 2008. Saat gempa Jogja. Teman-teman menggalang donasi," kata dia. Rekening bersama angkatan 99 itu kemudian terus dirawat. Dijadikan sumber untuk membantu adik kelas, alumni yang membutuhkan, termasuk disalurkan rutin ke yayasan pendidikan. "Kita berharap, usai reuni ini, semakin banyak donasi yang bisa kita salurkan," katanya. Rangkaian acara reuni kemarin dimulai sejak pagi. Dimulai dengan Senam Kesegaran Jasmani. Puluhan alumni yang dari dulu memang rajin datang gasik pun mengikuti senam. "Yang terlambat bukan berarti tak rajin. Kan banyak yang rumahnya jauh," kata Oyan. Acara berlanjut di bangsal sekolah. Beberapa bapak ibu guru yang mengajar di tahun 1999 pun mulai 'rawuh'. Sungguh, dari sisi 'performance', beliau-beliau tak terlalu jauh berbeda. "Para guru awet muda, atau kita yang terlalu cepat tua ya,?" ujar Ardiansyah Aji, salah seorang alumni. Kepala SMAN 1 Purwokerto Drs Arif Priadi MEd mengapresiasi reuni angkatan 99. Termasuk kepedulian terhadap almamater yang dibuktikan dengan adanya rekening bersama. "Kepedulian ini harus dijaga. Bangsa ini butuh orang-orang yang peduli," kata dia yang di era 99 mengajar mata pelajaran Biologi itu. Di akhir acara inti reuni, alumnus diajak berkeliling sekolah. Pak Makhrus yang dulu mengampu Mapel Matematika didapuk memandu. Banyak sekali yang berubah. Sekolah kami menjadi lebih luas. Fasilitas berkembang. Keren. Jauh berkembang dibanding 20 tahun lalu. Namun, beberapa lokasi legendaris sudah tak ada. Diantaranya kantin Pak Sarkim. Tempat favorit 20 tahun lalu. Dimana siswa kadang makan tiga mendoan dan mengaku hanya dua. (dis)

Tags :
Kategori :

Terkait