Pertalite Naik Rp 200

Senin 26-03-2018,11:21 WIB

Kenaikan Harga BBM Sudah Dianggap Biasa PURWOKERTO-Kenaikan harga bahan bakar minyak jenis pertalite sebesar Rp 200 setiap liternya sejak Sabtu (24/3) hingga Minggu (25/3) masih belum disadari kebanyakan warga. Dari pantauan Radar Banyumas, di wilayah Kecamatan Baturaden, Kedungbanteng, Karanglewas, Purwokerto Utara dan Patikraja, banyak warga tidak mengetahui jika pertalite telah naik dari harga Rp 7.600/liter menjadi Rp 7.800/liter. "Saya tidak tahu kalau pertalite naik, tadi pagi saya ngisi ke POM tidak lihat harga. Sudah kebiasaan, bilang beli Rp 20.000. Sudah, begitu saja, " kata Parmin, warga Kelurahan Bancarkembar Kecamatan Purwokerto Utara, kemarin (25/3). Ia yang berjualan makanan ringan dengan gerobak memang membutuhkan transportasi untuk menarik gerobak dengan sepeda motor dan membeli bahan baku ke pasar. Karena tidak mengetahui ada kenaikan harga pertalite, Parmin belum berencana menaikan harga makanan yang ia jual. Begitupula dengan Hermawan, warga Pasir Kulon. Ia juga tidak mengetahui adanya kenaikan harga pertalite sebesar Rp 200. Menurutnya, informasi terkait kenaikan Pertalite tidak ia saksikan ramai di media televisi yang setiap hari di tonton. "Tidak tahu kalau harga petralite sudah naik. Saya pake pertalite setiap hari, bukan premium. Buat keliling kirim keripik ke warung warung, " kata dia. Selain itu, menurut Susi Lasih, warga Desa Rempoah Kecamatan Baturaden ia tidak menyangka harga pertalite sudah naik sejak hari Sabtu. Sebab ia terbiasa membeli tidak dengan ukuran liter melainkan berdasar nominal. Setiap hari, ia membeli Rp 10.000 untuk sepeda motor yang digunakan anaknya berangkat kuliah. "Semoga anak saya juga tidak tahu kalau petralite naik. Biar tidak minta tambahan jatah ongkos BBM harian, " kata dia. Seperti diketahui, Pertamina menaikan harga Pertalite Rp 200 / liter, sehingga di Jawa Tengah harganya menjadi Rp 7.800. (hkm)

Tags :
Kategori :

Terkait