Darno SSen MSn, Nguri-Nguri Musik Tradisional Banyumas Cinta mati. Mungkin inilah perasaan Darno SSen MSn terhadap musik tradisional Banyumas. Bahkan Darno tak pernah lelah mengenalkan musik tradisional dan potensi Banyumas kepada mahasiswa. Baik lokal maupun dari luar negeri. HIDAYAH, Purwokerto Darno punya alasan yang kuat mengapa mencintai musik tradisional, terutama dari Banyumas. Menurutnya, musik tradisional memiliki jiwa dan spirit yang selaras dengan watak orang Jawa. "Saya merasa selaras dengan jiwa saya selaku orang Jawa," terang dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Apalagi saat ini, kata dia, potensi Banyumas belum tergarap maksimal. Padahal potensi kesenian Banyumas sangat luar biasa. Menurut Darno, musik Banyumas mempunyai banyak keunggulan. Yakni memiliki tiga karakter warna, Sunda, Banyumas murni, Surakarta atau Jogjakarta. "Saya selalu menyampaikan saat mengajar ke mahasiswa baik lokal maupun luar negeri tentang kekayaan Banyumas," jelasnya. Selain itu kata dia, Banyumas memiliki kekayaan ragam ensamble musik bambu. Namun musik Banyumas kurang dipelihara dengan baik. Karena banyak kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada penggalian dan pengembangan yang profesional "Sekarang Banyumas sebagai pilar budaya Banyumas sangat jauh dari mampu, karena isian kurikulumnya tidak mewadahi muatan lokal sebagai mata pelajaran mayor. Selain itu, SDM guru dan regulasi yang tidak memadai," tuturnya. Untuk itu, Darno kini tengah menyusun buku tentang gending Banyumasan. "Saya lihat belum ada dimanapun buku ajar yang benar tentang gending Banyumas. Rencananya akan dicetak dan disebar ke seluruh guru seni di Karisidenan Banyumas," katanya. Saat ini kegiatan rutin yang dilakukan Darno yakni, mengajar di ISI Surakarta mata kuliah praktik karawitan Surakarta, karawitan Banyumas, musik kontemporer serta mata kuliah seminar. Untuk kegiatan diluar mengajar, dia membina anak-anak Banyumas yang ada di kampus ISI untuk menggali kesenian Banyumas dalam wadah Komunitas Pring Sedhapur "Saya lebih sering diundang sebagai narasumber dalam pelatihan karawitan untuk guru-guru seni, seminar budaya lokal, juri," terangnya. Beberapa daerah yang pernah mengundang Darno diantaranya Blora, Sragen, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Singgi, Riau, Banyumas, Cilacap dan beberapa waktu lalu Magelang, Gunungkidul, serta Bantul. (*/sus)
Kenalkan Musik Banyumasan Pada Bule
Selasa 08-03-2016,14:46 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 26-07-2026,16:02 WIB
Layanan Bus Trans Banyumas Terancam Berhenti, Dana Operasional Tersisa hingga 28 Agustus 2026
Minggu 26-07-2026,17:40 WIB
Operasional Penyeberangan di Cilacap Diaudit Jasa Raharja
Minggu 26-07-2026,16:11 WIB
Panggung VIP Kejurnas Drift RD 3 di Gor Satria Purwokerto Ambruk, Puluhan Penonton Terjerembab
Minggu 26-07-2026,16:59 WIB
BPBD Cilacap Salurkan 623 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Minggu 26-07-2026,16:40 WIB
Ayah di Cilacap yang Tak Nafkahi Anak Usai Cerai, Bisa Kena Sanksi Administratif
Terkini
Senin 27-07-2026,08:55 WIB
Dosen FK UMP Ikuti Global Conference di Korea Selatan, Perkuat Peluang Kolaborasi Riset Internasional
Senin 27-07-2026,08:41 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Purbalingga Sosialisasikan Perlindungan PKL bagi Siswa SMKN 1 Karanganyar
Minggu 26-07-2026,20:04 WIB
Gramedia Big Sale Hadirkan Diskon Buku hingga 70 Persen
Minggu 26-07-2026,19:53 WIB
Dandim Purwokerto: Karakter dan Disiplin Kunci Mahasiswa Bertahan di Era Disrupsi
Minggu 26-07-2026,18:01 WIB