Ditemukan Batu yang Mampu Menghasilkan Bunyi Mirip Gamelan di Desa Salebu Cilacap
Sejumlah batu yang menghasilkan suara mirip gaemalan ditemukan warga Desa Salebu Kecamatan Majenang.-Haryadi untuk Radarmas-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Warga Desa Salebu, Kecamatan Majenang menemukan sejumlah batu yang mampu menghasilkan bunyi mirip gamelan di aliran sungai kecil desa setempat. Temuan yang kemudian dikenal sebagai gamelan batu itu pertama kali ditemukan pada 20 Desember 2025 lalu.
Awalnya, warga hanya menemukan beberapa batu di aliran sungai. Namun setelah dilakukan penelusuran ke arah hulu, jumlah batu yang ditemukan semakin banyak. Hingga saat ini, setidaknya terdapat tiga set batu gamelan dengan tangga nada slendro dan pelog.
Usai penemuan tersebut, warga segera melaporkannya kepada perangkat desa. Seluruh batu gamelan kini telah diamankan dan disimpan di kantor Desa Salebu untuk mencegah kerusakan maupun kehilangan.
Kepala Desa Salebu, Agus Fauzi, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan rencana penataan khusus untuk menyimpan temuan tersebut.
BACA JUGA:Enam Objek di Cilacap Diusulkan Ditetapkan sebagai Cagar Budaya
"Saat ini batu gamelan disimpan di kantor desa. Ke depan, kami akan menyiapkan satu ruangan khusus, bahkan tidak menutup kemungkinan dijadikan ruang pamer," kata Agus saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, temuan gamelan batu ini berpotensi menambah kekayaan geologi dan kepurbakalaan Desa Salebu. Pasalnya, wilayah tersebut sejak lama dikenal memiliki situs geologi Gunung Padang serta kompleks makam kuno Ki Hajar Sakti yang berada di sisi barat Gunung Padang.
"Ini bisa menjadi tambahan khasanah dan aset desa yang bernilai sejarah dan budaya," ujarnya.
Agus menambahkan, keberadaan gamelan batu mulai menarik perhatian warga. Sejumlah masyarakat bahkan sudah mencoba memainkannya dan berlatih menghasilkan irama tertentu.
BACA JUGA:Empat Situs Diduga Cagar Budaya di Cilacap Masuk Tahap Kajian
"Kalau sudah terbentuk langgam atau pola permainan, bisa dipentaskan pada hari jadi desa atau momen khusus lainnya," katanya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap memastikan akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan menurunkan tim ahli cagar budaya. Tim dijadwalkan turun langsung ke Desa Salebu pada Selasa 06 Desember 2026 mendatang.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fatoni mengatakan, pihaknya telah menerima laporan awal dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti melalui surat resmi.
"Informasi awal sudah kami terima dari masyarakat dan langsung kami tindaklanjuti. Kepala dinas juga sudah memerintahkan kami untuk melakukan kajian awal," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

