PURWOKERTO - KTP elektronik masih banyak dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, sudah berbulan-bulan e-KTP belum juga jadi. Di tahun 2016 ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) mengklaim blangko e-KTP aman. Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas, Kartiman mengatakan, untuk tahun 2016 permasalahan blangko e-KTP kemungkinan sudah bisa diantisipasi. Berdasarkan pembahasan terkait blangko KTP di Jakarta, nantinya distribusi blangko akan dilakukan berdasarkan kebutuhan dari masing-masing daerah. Dikatakan, saat ini dia sedang berada di Jakarta dalam pembahasan distribusi blangko. Jika didasarkan pada pengalaman tahun 2015 lalu, pencetakan e-KTP masih terganjal distribusi blangko dari Jakarta. Meski sudah memiliki alat cetak sendiri, untuk pencetakan e-KTP masih harus menggunakan blangko dari pusat. Sebab, daerah masih belum memiliki kewenangan untuk pengadaan blangko secara mandiri. "Untuk blangko sudah bisa dikatakan aman. Dari keinginan pusat, distribusi blangko nantinya akan dilakukan secara bertahap, sesuai kebutuhan di daerah. Jadi begitu blangko habis, kita minta lagi ke pusat," katanya saat dihubungi kemarin. Lebih lanjut, terkait data wajib KTP yang ada di Banyumas selalu mengalami perubahan. Sehingga cukup sulit mendapatkan angka pasti untuk pengajuan blangko KTP elektronik nantinya. Perubahan jumlah data kebanyakan disebabkan oleh wajib pajak baru, khususnya masyarakat yang baru berusia 17 tahun. Termasuk beberapa warga yang pindah domisili. Oleh karena itu, dia berharap masyarakat bisa langsung melaporkan setiap peristiwa kependudukan yang dialami melalui desa/kelurahan. Sehingga bisa segera diproses. Seperti ganti status perkawinan, pindah domisili, maupun keluarganya yang meninggal dunia. Hal itu dilakukan untuk menunjang validitas data kependudukan yang ada di server pusat. "Cukup melaporkan saja, tidak perlu rekam data lagi. Kecuali kalau ada kesalahan data baru akan diminta untuk melakukan perekaman lagi," jelasnya. Seperti diketahui, pada tahun 2015 lalu, Dindukcapil mengusulkan 300 ribu blangko e-KTP ke pusat. Namun untuk realisasi dan proses distribusinya belum maksimal. Apalagi jumlah pemohon e-KTP masih lebih besar dibandingkan jumlah blangko, sehingga tidak bisa diakomodir semua. Meski Dindukcapil sudah memiliki dua unit mesin cetak e-KTP, namun pencetakan masih belum bisa dilakukan maksimal karena terkendala blangko. Untuk mengantisipasi, Dindukcapil menerbitkan surat keterangan. Terutama untuk masyarakat yang sudah melakukan rekam data tetapi belum menerima e-KTP. "Kalau sampai saat ini ada masyarakat yang belum memiliki e-KTP, kita akan cek dan telusuri kenapa belum jadi. Karena kalau sudah melakukan rekam data, seharusnya sudah bisa mendapat fisik KTP-nya," katanya. (bay/sus)
Jamin e-KTP Bisa Cepat Selesai
Rabu 13-01-2016,09:11 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 26-07-2026,16:02 WIB
Layanan Bus Trans Banyumas Terancam Berhenti, Dana Operasional Tersisa hingga 28 Agustus 2026
Minggu 26-07-2026,17:40 WIB
Operasional Penyeberangan di Cilacap Diaudit Jasa Raharja
Minggu 26-07-2026,16:11 WIB
Panggung VIP Kejurnas Drift RD 3 di Gor Satria Purwokerto Ambruk, Puluhan Penonton Terjerembab
Minggu 26-07-2026,16:40 WIB
Ayah di Cilacap yang Tak Nafkahi Anak Usai Cerai, Bisa Kena Sanksi Administratif
Minggu 26-07-2026,16:59 WIB
BPBD Cilacap Salurkan 623 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Terkini
Senin 27-07-2026,11:02 WIB
PSCS Cilacap U-17 Taklukan Persibas 3-2 di Laga Perdana Piala Soeratin
Senin 27-07-2026,08:55 WIB
Dosen FK UMP Ikuti Global Conference di Korea Selatan, Perkuat Peluang Kolaborasi Riset Internasional
Senin 27-07-2026,08:41 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Purbalingga Sosialisasikan Perlindungan PKL bagi Siswa SMKN 1 Karanganyar
Minggu 26-07-2026,20:04 WIB
Gramedia Big Sale Hadirkan Diskon Buku hingga 70 Persen
Minggu 26-07-2026,19:53 WIB