PURWOKERTO - Dalam kurun waktu Januari hingga Desember 2015, angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Banyumas mencapai 29 orang. Jumlah ini cenderung menurun dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 33 orang. Namun, target penangulangan kematian terhadap ibu dalam kondisi melahirkan kembali meleset seperti tahun 2014. Kepala Seksi Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Heny Sutikno SST MKes mengatakan, sudah bekerja semaksimal mungkin untuk menekan tingginya AKI. "Selama tahun 2015 tercatat 29 ibu hamil meninggal dunia," ujarnya. Dia merinci, pada Januari satu orang, Februari dua orang, Maret empat orang, April dua orang, Mei tiga orang, Juni dua orang, Juli tiga orang, Agustus dua orang, September dua orang, Oktober empat orang dan Desember empat orang. "Ini masih belum sesuai target, karena target kita di 2015 hanya sebanyak 28 orang," katanya. Penyebab meninggalnya 29 ibu hamil, menurutnya, delapan di antaranya mengalami perdarahan, enam orang eklamis, dan sisanya karena penyakit menahun yang menyertai seperti jantung, diabetes melitus, ginjal, dan tensi tinggi. "Tahun 2016, target kita turunkan lagi sebanyak 2 orang menjadi 26 orang. Dengan dukungan dari pemkab, mudah-mudahan target tersebut dapat tercapai," tuturnya. Tidak hanya itu, Heny menjelaskan, kolaborasi dengan pihak puskesmas dan bidan operator beserta seluruh bidan untuk selalu melakukan TOP terus dilakukan. TOP yaitu temukan, observasi dan pantau seluruh sasaran ibu hamil, bersalin dan nifas juga pada bayi dan balita. "Dengan jumlah ibu hamil pada 2015 mencapai 32.859 orang, kita himbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung akselerasi penurunan kematian ibu dan anak," katanya. Agar masyarakat dapat lebih mengetahui dan mengenal mengenai kesehatan ibu dan anak (KIA), akan dibagikan buku KIA kepada semua sasaran KIA. "Di 2015 dengan anggaran Rp 500 juta yang bersumber dari APBD 2, harga setiap buku KIA Rp 17.500. Tidak hanya itu, ada juga buku KIA bantuan dari Kemenkes yang lebih tebal dan lebih banyak mengandung informasinya dengan harga per bukunya senilai Rp 50 ribu lebih," terangnya. (yda/sus)
2015, Kasus AKI Capai 29 Orang
Selasa 12-01-2016,11:21 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 23-09-2026,18:24 WIB
361 Siswa SMAN 1 Sampang Mengeluh Usai Santap MBG, 19 Orang Dilarikan ke RSUD Cilacap
Rabu 23-09-2026,17:35 WIB
Mandiri Taspen Pilih Hormati Proses Pengadilan, Hadapi Aduan Kredit Pensiunan Purwokerto
Rabu 23-09-2026,16:53 WIB
SMKN Wanareja Perkuat Tefa, Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja
Rabu 23-09-2026,19:04 WIB
Dua Anak Binaan Lapas Cilacap Dipindah ke LPKA Kutoarjo, Fokus Pendidikan dan Keterampilan
Rabu 23-09-2026,17:44 WIB
SPPG Rejasari I Purwokerto Disuspend, Dapur Berhenti Sampai IPAL Selesai
Terkini
Kamis 24-09-2026,13:11 WIB
Relaksasi Pajak Kendaraan di Purbalingga Belum Banyak Dimanfaatkan, Antrean Samsat Masih Sepi
Kamis 24-09-2026,11:31 WIB
SPPG Disuspensi! Terkait Kasus Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Sampang Cilacap
Kamis 24-09-2026,08:19 WIB
Kafilah MTQ Jateng Bergelimang Bonus, Dari Uang Pembinaan Hingga Umroh
Rabu 23-09-2026,19:04 WIB
Dua Anak Binaan Lapas Cilacap Dipindah ke LPKA Kutoarjo, Fokus Pendidikan dan Keterampilan
Rabu 23-09-2026,18:24 WIB