Niza Masih Belum 100 Persen
JAKARTA - Setelah menempa diri hampir empat bulan lamanya di Heifei, Tiongkok, skuad wushu Indonesia tiba di Jakarta, Selasa malam (13/8). Kemarin sore, mereka sudah berlatih di Hall B JIExpo Kemayoran Jakarta.
Pada latihan kemarin, salah satu atlet andalan Indonesia, Juwita Niza Wasni harus mendapatkan penanangan khusus dari pelatih fisik, Abi Hasbullah.
Penyebabnya, Niza mengalami cedera ACL kaki kiri saat berlatih di Tiongkok. Bahkan, dia baru bisa berlatih teknik 11 hari menjelang kepulangan. Menurut Abi, secara teknis, ACL kanannya sudah robek. “Harusnya memang operasi, tetapi saya sudah berikan treatment penguatan otot paha dan hamstring,” urainya.
Sebagaimana diketahui, Niza merupakan salah satu atlet pendulang medali emas bagi Indonesia di Asian Games empat tahun lalu di Incheon. Nomor spesialisnya yakni nanquan dan nandao seperti yang akan dia ikuti di Asian Games kali ini.
Indonesia berpotensi besar mendulang kembali medali emas di Asian Games 2018. Selain Niza, masih ada Lindswell Kwok, dan Ahmad Hulaefi yang juga berpotensi untuk mengamankan emas. Khusus Lindswell, potensi dia semakin kuat, karena informasi terakhir, pada nomornya, Tiajiquan/taijijian pesaing utamanya dari Tiongkok, Yu Mengmeng absen di Asian Games kali ini.
Novita, pelatih pelatnas wushu Indonesia menyatakan timnya tidak boleh lengah. Apapun kondisi yang ada di luar sana, harus menjadi salah satu pemicu untuk bisa bangkit. Terkait kondisi Niza, Novita menjelaskan dia tetap mendapatkan penangan khusus. Bahkan sebelum latihan kemarin, dia juga harus di-tapping.
Tujuannya, jelas, agar meminimalisir rasa sakit yang dia rasakan setelah melakukan gerakan sulit. Saat mengalami masalah ACL, Niza harus menjalani kompres es 3 kali dalam dua jam.
Sebagai tuan rumah, semua potensi untuk memacu para atlet harus dimanfaatkan. “Kami juga punya harapan di nomor sanda, mereka juga baru pulang dari training camp di Iran,” bebernya.
Di nomor sanda, Indonesia mengandalkan sejumlah nama. Berkaca dari turnamen Moskow Wushu Star februari lalu. Setidaknya ada tiga atlet yang mendulang emas. Yakni Yusuf Widianto (56 kg putra), Rosalina Simanjuntak (48 kg putri) dan Selviah Pertiwi (52 kg putri).
Venue Masih Belum 100 Persen
Pada kesempatan yang sama, venue untuk wushu juga belum 100 persen selesai. Beberapa pengerjaan masih terlihat. Bahkan di saat para atlet Indonesia menjalani latihan kemarin. Beberapa aspek yang kurang yakni terkait sistem pertandingan yang berlum terpasang. Demikian pula dengan tribun penonton yang dirasa kurang tinggi bisa mengganggu kenyamanan penonton.
Selain itu, ruangan pendukung dan tempat latihan juga masih terlihat tengah di-setup. Gede Sarjana, manajer venue wushu menjelaskan timnya sudah mengajukan permintaan kepada Inasgoc. “Tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan, termasuk terkait branding stand kamera untuk broadcast,” bebernya.
Di sisi lain, para atlet Indonesia sudah satu malam menikmati kondisi wisma atlet. Hasilnya, respon kurang bagus disampaikan sejumlah atlet. Salah satunya Ahmad Hulaefi. Menurutnya, dibandingan Asian Games sebelumnya, kondisinya memang kurang maksimal. Meskipun demikian, Hulaefi yang termasuk salah satu atlet senior di pelatnas enggan berpangku tangan.
“Ini tidak boleh jadi alasan kami, yang penting selanjutnya kami tidak diganggu dengan acara non teknis,” ujarnya. Dia meminta agar pelatnas bisa diberikan kesempatan lebih fokus sebelum pertandingan yang dimulai 19 Agustus mendatang. (nap)