MotoGP 2018 ’’Sudah Berakhir”

Selasa 14-08-2018,16:30 WIB

SPIELBERG – Andai semua pembalap top MotoGP berbicara jujur, mereka pasti mafhum bahwa persaingan perebutan gelar juara dunia 2018 sudah berakhir. Sang juara bertahan Marc Marquez nyaris tak terjangkau lagi. Kecuali jika ada insiden parah menimpanya di sisa musim. Yang dimaksud ’’tak terjangkau” bukan cuma soal poin, tapi lebih dari itu adalah performanya. Ducati boleh menang di Red Bull Ring Minggu lalu (12/8), tapi sejatinya skenario itu berada di bawah kendali Marquez. Jika berhasil menang di Austria, Marquez hanya menganggapnya sebagai bonus. Bukan tujuan utama. Ducati menang di Red Bull Ring bukanlah hal istimewa. Tapi, jika mereka harus merebutnya dengan susah payah, itu baru luar biasa. ’’Tujuan strategiku (memilih ban medium-hard) memang untuk memecah dua Ducati,’’ beber Marquez dalam jumpa pers setelah balapan. Maksudnya, dia memang menarget finis runner-up agar tidak kehilangan terlalu banyak poin seperti yang terjadi di Brno, Republik Ceko, seminggu sebelumnya. Saat itu, Ducati finis 1-2. Dengan finis runner-up, Marquez hanya kehilangan lima poin. Bukan sembilan poin seperti di Brno. Hasil tersebut membawanya kini kukuh di puncak klasemen dengan terpaut 59 poin dari Valentino Rossi (Movistar Yamaha). Disusul dua Ducati Jorge Lorenzo-Andrea Dovizioso dengan selisih 71 dan 72 poin secara berurutan. Marquez kini memegang kendali. Di Assen, Belanda, yang notabene adalah kandang Yamaha, dia menang. Di Red Bull Ring, kandangnya Ducati, Marquez hanya kalah 0,013 detik. Bisa dibilang hanya berkat kenekatan Lorenzo yang mampu mengalahkan Marquez di Red Bull Ring. Salah sedikit saja, Marquez yang menang. Dovizioso yang finis ketiga di Red Bull mengakui bahwa mengejar Marquez untuk berebut gelar juara sudah mustahil saat ini. Bahkan, meski Ducati mengalami banyak kemajuan setelah jeda musim panas. ’’Aku memprediksi kami akan bertarung sampai akhir dengan Valentino (Rossi untuk merebut posisi kedua),’’ tegasnya. Sementara itu, Yamaha kemarin mengumumkan dua pembalap yang bakal mengisi line-up tim satelit SIC-Petronas. Mereka adalah Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo. Morbidelli adalah rider jebolan akademi balap VR46 milik Valentino Rossi yang kini membalap untuk tim Marc VDS-Honda. Sedangkan Quartararo adalah rider Moto2 yang sedang bersinar. Quartararo sukses menyingkirkan rider Agel Nieto-Ducati Alvaro Bautista dan rider Moto2 lainnya, Lorenzo Baldassarri. ’’Mereka (SIC) memilih Morbidelli karena dia juara dunia (Moto2). Dia juga akan tampil lebih baik dengan (Yamaha YZR) M1 dibandingkan dengan Honda tahun ini. Jadi, untuk Franco, sama sekali tidak ada keraguan sejak awal,’’ ucap bos Yamaha Lin Jarvis. Untuk Quartararro, Jarvis percaya rider 19 tahun tersebut memiliki masa depan cerah di MotoGP. Menurut dia, pilihan tersebut didasari dari kisah sukses Hafizh Syahrin tahun ini. SIC akan disponsori perusahaan minyak Malaysia, Petronas. Kesepakatan itu akan diumumkan pada acara peluncuran tim di Silverstone pekan depan. Dengan konfirmasi tersebut, hanya tersisa satu kursi balap MotoGP yang kosong. (c17/cak)

Tags :
Kategori :

Terkait