LANTIK : Bupati H Yazid Mahfuz berjabat tangan dengan Kwarda Jateng usai dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kwarcab Kebumen periode 2019-2024.ISTIMEWA
Yazid Dilantik Sebagai Kepala Mabicab
KEBUMEN-Nasib Kwartir Cabang Kebumen tampaknya akan semakin baik. Sebab orang nomor satu di jajaran Pemkab Kebumen, yakni Bupati H Yazid Mahfuz, dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kwarcab Kebumen periode 2019-2024.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Kwarda Pramuka Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo. Yazid dilantik bersama Sekda Kebumen, H Ahmad Ujang Sugiyono SH dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kebumen, Jumat (17/5) di Pendapa Bupati Kebumen.
Usai dilantik menjadi Ka Mabicab, Yazid selanjutnya melantik kepengurusan Kwarcab Pramuka Kebumen. Adapun Ketua Kwarcab Kebumen saat ini dijabat H Ahmad Ujang Sugiono yang pada periode sebelumnya menjadi Sekretaris Kwarcab.
Adapun Ketua Sebelumnya, yakni H Adi Pandoyo SH yang menjabat sebagai Sekda Kebumen. Pada pelantikan itu turut hadir juga Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dan sejumlah pengurus gerakan Pramuka di Kebumen.
Atikoh Ganjar Pranowo meminta pengurus yang baru dilantik untuk mengembangkan Pramuka Kebumen agar lebih masif. Satunya dengan menggandeng anak muda atau generasi milenial.
Setelah digandeng mereka diharapkan dapat aktif dalam gerakan pramuka. Selain memberikan pendidikan karakter, hal itu sekaligus membentengi generasi madu melalui kegiatan yang positif.
"Ciptakan ruang bahagia agar energi positif terpancar. Pramuka Kebumen saya yakin dilindungi Yang Maha Kuasa, dengan bimbingan pak kiai Ka Mabicabnya," tuturnya.
H Yazid menyatakan akan berupaya semaksimal mungkin agar Gerakan Pramuka di Kebumen dapat andil besar. Salah satunya dengan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga.
Selain itu pendidikan formal di sekolah. Selaku pembimbing, pihaknya juga akan mengarahkan Kwarcab Kebumen dapat bekerja lebih efektif. "Kami meminta Kwarcab menjalin kerjasama sinergis dengan lembaga pendidikan formal, non formal dan pendidikan informal dalam keluarga," ujarnya.
Selain itu, inovasi dan terobosan baru akan dilakukan. Ini agar Pramuka lebuh banyak diminati oleh kaum muda. Menurutnya, tantangan yang harus diselesaikan yaitu membuat wajah Pamuka Baru harus keren, asyik, gembira dan menyenangkan. Tidak ada duka dalam pramuka, sehingga kaum muda bangga menjadi Pramuka. Hal itu dilakukan agar Pramuka tidak terkesan kuno dalam era komunikasi digital dewasa ini. "Perlu mengembangkan Pramuka yang kreatif. Menerapkan teknologi pendidikan yang relevan dengan zamannya,"imbuhnya. (mam)