Kopi Banjarnegara Diminati Pasar Ekspor

Senin 28-03-2022,06:07 WIB

BANJARNEGARA – Kopi Banjarnegara diminati pasar ekspor. Namun kontribusinya pada ekspor Indonesia masih kecil. Selain itu, perlu standardisasi agar setara dengan kopi luar negeri. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Rony Hartawan mengatakan, kopi Banjarnegara diminati pasar Eropa dan Jepang. “Banyak sekali peminat dari Eropa, Jepang. Di luar negeri itu udah suka banget dengan kopi Banjarnegara. Tapi kita mampu ngga misalnya kita memproduksi lima ton per bulan? Ngga semua bisa,” kata dia usai menjadi pembicara dalam talk show dengan tema Kopi Untuk Konservasi dan Ekonomi Petani, Jumat (25/3). Dikatakan, pada tahun 2020 total ekspor kopi Indonesia sebanyak 753,9 ribu ton. Dengan volume ini menempatkan Indonesia pada posisi keempat eksportir kopi terbesar dunia. Dari angka tersebut, Jawa Tengah baru menyumbang 24,9 ribu ton atau 3,4 persen. “Artinya masih ada peluang untuk ditingkatkan lagi,” ungkapnya. Terkait peningkatan potensi kopi Banjarnegara, Bank Indonesia memiliki tiga strategi. Yaitu membangun korporatisasi, kapabilitas dan konsesi pembiayaan. “Kita mengharapkan penguatan, khususnya di dua tahap pertama yaitu korporatisasi dan kapabilitas,” terangnya. Penguatan korporatisasi melalui Gapoktan dan korporasi seperti PT. Sehingga daya tawarnya lebih kuat. https://radarbanyumas.co.id/indonesia-premium-coffee-expo-forum-2022-dukung-kopi-nasional-go-internasional/ “Makanya korporatisasi kita perkuat lagi. Kedua kapabilitas di hulu dan hilir, dari petaninya sampai baristanya. Sehingga kita punya kopi kualitas ekspor,” tuturnya. Dikatakan, pasar Indonesia lebih besar daripada ekspor. Kalau produk yang dipasarkan di dalam negeri berkualitas ekspor, masyarakat akan suka. “Ada paradigma, barang impor lebih bagus. Kalau kualitasnya sama dengan impor, konsumen punya pilihan,” kata dia. (drn)

Tags :
Kategori :

Terkait