Ujian di Zona Bencana, Siswa Was-Was

Selasa 17-05-2016,15:39 WIB

BANJARNEGARA–Rasa was-was dirasakan 16 peserta ujian nasional dari SD Negeri 2 Clapar Kecamatan Madukara, Senin (16/5). Lokasi sekolah yang hanya berjarak 50 meter ini, membuat kosentrasi siswa terganggu. Bahkan akibat tanah longsor yang terjadi akhir Maret 2016 lalu, gedung sekolah retak di beberapa titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara menetapkan lokasi sekolah tersebut masuk zona merah. “Rasanya was-was, ingin segera pulang. Takut gedung sekolah akan roboh,” ujar Muhammad Toha, salah satu siswa kelas VI SDN Clapar, kemarin. Menurutnya, sejak terjadi longsor beberapa waktu lalu, kegiatan belajar mengajar tidak seperti sebelumnya. Meski saat ini keadaan sudah mulai tenang, namun melihat retakan-retakan yang muncul di dinding, membuatnya kurang konsentrasi dalam mengerjakan soal ujian. Kepala SD Negeri 2 Clapar, Muhamad Nur Arifin mengatakan, akibat bencana tanah gerak dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu, kondisi bangunan sekolah yang digunakan untuk pelaksanaaan ujian cukup membahayakan. "Ada tembok bangunan yang mengalami retak, beberapa bagian lantai juga amblas jadi sebenarnya cukup membahayakan,"ujar Arifin. Meski demikian, pelaksaan ujian sekolah tetap dilaksanakan di gedung sekolah yang terancam longsor tersebut meski dengan perasaan was – was. "Mau bagaimana lagi, kita adanya bangunan ini. Tapi kita sudah mengusulkan untuk segera bisa pindah,"ungkapnya. Dia mengakui, hampir semua siswa mengalami trauma pasca bencana. Namun setelah ada trauma healing, keadaan para siswa menjadi lebih baik. "Harapan kami, meski ujian di zona bahaya tapi siswa SDN 2 Clapar bisa memberikan yang terbaik,"jelasnya. Menurut dia, sebenarnya rencana relokasi SDN 2 Clapar sudah sejak lama. "Bahkan sejak lima tahun lalu sudah dibangun di dekat masjid, tapi entah kenapa sampai sekarang bangunan sekolah itu belum jadi,"pungkasnya. (uje)

Tags :
Kategori :

Terkait