BANJARNEGARA - Instalasi Pengolahan Air Limbah di Puskesmas Purwareja Klampok 1 tidak berfungsi. Pasalnya sistemnya sedang dibongkar untuk diperbaiki. Tak hanya itu, sekitar seminggu yang lalu penutup bak penampungnya dicor dengan beton karena ambles. Sebab bak penampungannya ditanam di tanah yang labil. Petugas Sanititarian Puskesmas Purwareja Klampok 1, Tuti Andayani mengatakan sistem IPAL yang ada kini tidak bisa digunakan karena panelnya dilepas. Untuk sementara, air limbah medis tidak diolah. Namun hanya ditampung di lima bak penampung yang masing-masing berkapasitar 1.200 liter. Sehingga kapasitas total bak penampungan air limbah mencapai 6.000 liter. Dikatakannya, bak penampung limbah medis tersebut tidak dilengkapi dengan pengukur debit air. Sehingga sulit diprediksi kapan bak penampung tersebut akan penuh. Meskipun demikian, dia optimis bisa bertahan cukup lama. Sebab air yang masuk ke bak penampungan, hanya air limbah medis. Misalnya saja limbah dari poli gigi dan laborat. Menurut dia, meskipun Puskesmas tersebut memiliki fasilitas pengolah limbah, namun seperti tidak memiliki IPAL. Sebab IPAL yang ada tidak bisa berfungsi. "Kalau tidak bisa dipakai kan sama saja seperti tidak punya," tandasnya. Sementara air kotor dari WC disalurkan ke septic tank. Sedangkan air hujan dialirkan ke saluran drainase. Ditambahkannya, penutup bak penampung limbah medis ini sempat ambles. Agar tidak ambles lagi, bak tersebut kemudian dicor dengan beton. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjarnegara, Abdul Mufid al Kahfi meminta agar Puskesmas Purwareja Klampok 1 atau Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara mengawal perbaikan panel oleh pihak rekanan. "Kalau sedang diperbaiki harus diketahui kapan selesainya. Jangan sampai bak penampungan mbludak, tapi IPAL yang dimiliki belum bisa berfungsi," terangnya. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjarnegara, Syamsullah Affandi mengatakan pada tahun ini Banjarnegara memperoleh bantuan 10 unit IPAL dari provinsi. Dia berharap kedepannya, semua Puskesmas dilengkapi dengan IPAL yang terstandar. Sebab IPAL merupakan fasilitas uang sangat penting untuk mengolah limbah medis.(drn/nun)
IPAL Puskesmas Purwareja Klampok Macet
Jumat 22-01-2016,11:40 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 15-07-2026,14:54 WIB
Banyumas Dipastikan Terima Becak Listrik Lagi, Produksi Pindad Dimulai, Ratusan Pengayuh Masuk Prioritas
Rabu 15-07-2026,17:45 WIB
MPLS di Cilacap Tak Sekadar Orientasi, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital
Rabu 15-07-2026,17:10 WIB
Tiga Bulan, Lima Hiu Paus Terdampar di Pantai Selatan Cilacap
Rabu 15-07-2026,16:59 WIB
Bulan Suro, Paguyuban Songsong Agung Bawono Bersih-Bersih Situs Panembahan Patra Kusuma
Rabu 15-07-2026,15:13 WIB
DPRD Tantang Banyumas Kembangkan Sport Tourism, Dinporabudpar Diminta Cari Sumber Baru Pendongkrak PAD
Terkini
Kamis 16-07-2026,12:44 WIB
Pemprov Jateng Kawal Program Mahasiswa KKN, dari Data Kemiskinan hingga UMKM Desa
Kamis 16-07-2026,12:41 WIB
Sekdes Disiapkan Jadi Plt Usai Kades Kedungmalang Banyumas Jadi Tersangka
Kamis 16-07-2026,11:21 WIB
Ini Spesifikasi Lengkap Honda ICON e yang Bikin Kamu Ingin Punya Sekarang
Kamis 16-07-2026,10:21 WIB
Bukan Cuma Gaya! Performa Mesin Kawasaki D-Tracker Ternyata Segini Kuatnya
Kamis 16-07-2026,10:08 WIB