RAMAI : Pengunjung bermain di pantai selatan pada akhir pekan lalu. Meski demikian, ancaman gelombang tinggi masih mengintai, sehingga perlu ada peningkatan kewaspadaan. RAYKADIAH/RADARMAS
CILACAP - Potensi gelombang tinggi di perairan Selatan Cilacap dan Samudera Hindia Selatan Cilacap Jawa Tengah masih terjadi. Para nelayan diimbau untuk hati-hati. Pasalnya sampai kini sudah terjadi empat kasus kecelakaan laut di pantai selatan.
“Sudah ada empat kejadian kecelakaan laut akibat gelombang tinggi selama tahun 2019 ini. Untuk itu para nelayan diimbau hati-hati dan terus memantau aktivitas gelombang,” ujar Koordinator POS SAR Basarnas Cilacap, Mulwahyono kemarin.
Yang memprihatinkan, terangnya, dalam beberapa kasus mereka yang beraktivitas di laut saat kejadian tidak menggunakan life jacket. Padahal keberadannya sangat penting bagi keselamatan mereka.
Sementara Prakirawan Cuaca BMKG Cilacap, Rendi Krisnawan mengatakan, potensi gelombang tersebut bakal berlangsung hingga 28 November mendatang. "Gelombang 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Selatan Cilacap dan Samudera Hindia Selatan Cilacap Jawa Tengah. Dengan kecepatan angin 2 sampai 10 knots," kata dia. (ray)