KERING : Bendung Cijalu mengering tiap kemarau karena daerah hulu rusak. HARYADI NURYADIN/RADARMAS
MAJENANG - Daerah hulu sungai di Kecamatan Majenang dan sekitarnya, mendesak untuk dilakukan penataan. Salah satunya dengan merubah tata kelola lahan dan jenis tanaman. Perubahan ini agar menghindari kekeringan yang selalu terjadi tiap tahun dan mengakibatkan warga mengalami kesulitan air.
"Daerah hulu terlebih dahulu ditata," ujar Koordinator Komunitas Cijalu, Reza Pradita.
Dia mencontohkan aliran Sungai Cijalu dan Cikawung yang semuanya bermuara di Citanduy. Kedua sungai besar ini mudah sekali mengalami erosi tiap kali hujan. Ini bisa dilihat dengan air yang berwarna kecoklatan dan menandakan tingginya kandungan tanah merah. Hal ini kemudian berujung pada anaman banjir di daerah hilir.
Selain itu, tingginya erosi menandakan tanah di daerah hulu tidak bisa menyimpan air. Kondisi ini terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Seperti jenis tanah atau tanaman yang menaunginya.
"Jika faktornya karena tanaman, tentu harus ada penggantian," katanya.
Dia mencontohkan pohon jati, beringin dan sejumlah pohon buah yang bisa dengan mudah menyimpan air di dalam tanah. Pohon seperti ini memiliki akar yang masuk ke dalam lapisan tanah dan menjadi jalan bagi air untuk masuk.
Sementara saat ini lebih banyak tanaman industri di lahan warga. Saat berumur lima tahun, pemilik akan menebang karena sudah ada nilai jual. Kondisi ini akan meningkatkan erosi jika penggantian atau peremajaan tegakan tidak segera dilakukan. (har)