SPOT SELFIE : Salah satu spot selfie di objek wisata Gunung Selok yang dikelola Pemkab Cilacap bersama Perhutani. RAYKADIAH/RADARMAS
CILACAP- Berbeda dari tahun sebelumnya, jumlah pengunjung pariwisata di Kabupaten Cilacap menurun. Sebab beberapa destinasi wisata seperti Teluk Penyu, Benteng Pendem dan Pantai Widarapayung, sudah tidak dikelola lagi oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pemuda Pariwisata dan Olahraga (Dinporapar) Kabupaten Cilacap, Agus Edy Sumaryo mengatakan, jumlah pengunjung tidak seperti tahun-tahun lalu. Karena Pemkab Cilacap hanya memiliki Pemandian Air Panas Cipari.
"Pemkab sudah tidak ngurusin destinasi tersebut. Yang benar-benar milik Pemkab hanya Air Panas Cipari," kata dia. Berdasarkan data Dinporapar Cilacap, jumlah pengunjung Air Panas Cipari saat libur lebaran sebanyak 4000 orang.
Jumlah tersebut naik dari tahun ke tahun. "Termasuknya meningkat setiap tahunnya, hari-hari biasa paling beberapa orang saja. Karena fasilitas di sana belum banyak hanya air panas, kolam renang hangat. Itu aja orang-orang yang hendak terapi," kata dia.
Dia menjelaskan, di tahun 2020 nanti terdapat anggaran Rp 4 miliar untuk pengembangan Air Panas Cipari, termasuk pelebaran jalan dan penambahan beberapa fasilitas pendukung objek wisata.
"Sesuai DED akan dibuat kolam renang standar nasional. Fasilitas lainnya ada tempat hewan. Prioritas utama pelebaran jalan dan waterboom," ungkapnya. Selain Air Panas Cipari, Pemkab Cilacap juga mengelola beberapa destinasi wisata seperti Gunung Selok, Curug Cimandawai, Curug Giriwangi dan Hutan Payau.
Hanya saja objek tersebut tidak langsung dikelola Pemkab, melainkan kerjasama dengan instansi lain seperti Perhutani.
"Gunung Selok belum laporan, tapi untuk target tahun ini dari Gunung Selok kita menargetkan Rp 91 juta . Karena pengelolannya kerjasama dengan Perhutani jadi ada prosentasenya," jelasnya.
Untuk objek wisata Air Panas Cilacap, Pemkab Cilacap memiliki target sebesar Rp. 127 juta. Agus mengatakan, sejak libur lebaran kemarin target tersebut sudah terpenuhi sebesar Rp 50 persen. "Optimis terpenuhi. Karena setiap tahunnya pasti lunas, bahkan cenderung meningkat," imbuhnya. (ray/din)