Warga Kemangkon Tewas Ditabrak Mobil Saat Jalan Kaki

Senin 23-07-2018,16:00 WIB

KECELAKAAN : Mirah tewas tertabrak mobil saat berjalan kaki. Kecekaan terjadi karena kondisi jalan yang gelap.ISTIMEWA PURBALINGGA - Sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Kemangkon, dikeluhkan karena minim penerangan dan rusak. Kondisi tersebut kerap meminta korban kecelakaan (laka) lalu lintas. Seperti Sabtu (21/7) kemarin. Mirah (75), warga Desa Karangtengah RT 20 Rw 10 Kecamatan Kemangkon, tewas tertabrak mobil saat berjalan kaki di ruas jalan tersebut sekitar pukul 05.00. Dia tertabrak mobil Suzuki Futura nomor polisi R 8430 GC yang dikemudikan oleh Haryanto (23), warga Desa Sumilir RT 7 RW 3, Kecamatan Kemangkon. Berdasarkan keterangan Kamis (52), warga Desa Karangtengah RT 20 RW 10, korban saat itu tengah berjalan kaki di pinggir jalan dari arah selatan ke arah Desa Sumilir. Namun, korban ditabrak oleh mobil dari arah belakang. "Kecelakaan terjadi pagi hari karena jalan sempit dan jalan gelap, tidak ada penerangan jalan. Sehingga sopir tidak mengetahui ada pejalan kaki. Korban tertabrak dari belakang," ungkapnya. Kecelakaan juga terjadi di depan SMPN Kemangkon. Pengendara sepeda motor menabrak drum yang diletakkan wawrag di tengah jalan untuk menandai jalan yang rusak. "Saya mohon, pihak terkait untuk segera memperbaiki jalan yang rusak, agar tak terjadi kecelakaan serupa," kata Wijaya, salah satu warga. Terpisah, Kabag Humas Setda Purbalingga Drs Suroto mengatakan, sudah menyampaikan hal itu kepada Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). "Akan ditindaklanjuti," katanya. Sementara itu, Kapolsek Kemangkon AKP Siswanto mengakui, lokasi kecelakaan merupakan daerah yang minim penerangan. Sehingga pengendara tidak bisa melihat dengan jelas kondisi jalan. (tya/sus)

Tags :
Kategori :

Terkait