Terjadi Dua Kali Longsor di Sirau

Rabu 11-10-2017,08:00 WIB

PURBALINGGA- Curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir, menyebabkan bencana tanah longsor di beberapa wilayah. Salah satunya di Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol. Meski masih skala ringan, namun secara geografis dan peta rawan bencana, Sirau masih berpotensi terancam bencana tanah longsor. Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Sirau, Sarwono mengatakan, awal pekan ini, Desa Sirau dilanda longsor disertai banjir. Air dari atas bukit turun dan ikut terbawa material longsor hingga ke jalan menuju pusat desa Sirau. KERJA BAKTI : Warga dan petugas membersihkan sisa materil longsor di ruas Jalan Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Selasa (10/10).AMARULLAH NURCAHYO/RADARMAS “Dua kali longsor dan disertai aliran air. Ada juga yang mengenai jembatan dan menggenang. Tapi sudah bisa diatasi. Namun jika kembali hujan dalam jangka waktu lama, maka harus tetap waspada,” tuturnya. Akibat bencana tanah longsor, banyak saluran air yang tersumbat. Sehingga harus dibersihkan secara manual. Namun hingga sore kemarin, jalan ke arah Sirau sudah normal. Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Muhsoni mengatakan, pihaknya sudah melakukan asesmen dengan menyarankan penanganan sementara di lokasi-lokasi longsor. Antara lain memasang papan peringatan, kerja bakti penguatan tebing dengan crucuk bambu. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Satya Giri Podo mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kejadian bencana alam akibat hujan di wilayah Purbalingga. Warga yang terancam longsor diminta meningkatkan kewaspadaan. (amr/sus)

Tags :
Kategori :

Terkait