Sosialisasi Empat Pilar
PURBALINGGA- Tindakan tegas pemerintah terhadap ormas yang menentang ideologi dasar negara Pancasila, didukung dan diapresiasi penuh DPR RI. Pemerintah harus meneliti ulang ormas lain yang memiliki pandangan ingin mengubah Pancasila sebagai ideologi negara dengan paham atau ideologi lain.
KOMPAK : Taufiq foto bareng usai paparan empat pilar di MWC PKB Kemangkon. (AMARULLAH NURCAHYO/RADARMAS)
Anggota DPR RI/MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Taufiq R Abdullah mengatakan hal itu saat sosialisasi empat pilar kebangsaan dan bernegara kepada kader partai di Kantor MWC PKB Kemangkon, Minggu (18/6).
“Ketika ada yang diduga menentang Pancasila dan harus dilarang, itu sudah sewajarnya. Bahkan akan terdengar kasar jika tidak mau paham Pancasila, jangan hidup di negara Pancasila,” tegas Taufiq.
Menurutnya, berdasarkan sejarah Pancasila adalah hasil kesepakatan seluruh komponen bangsa termasuk umat beragama. Sehingga tidak pantas bagi umat Islam yang masih mempermasalahkan Pancasila sebagai dasar negara dan menggantinya dengan dasar lain.
Untuk itu, pemerintah juga harus meneliti ulang kelompok yang selama ini melakukan pertentangan terhadap negara. "Harus diakui, negara butuh stabil, bisa bergerak bersama, kompak untuk menjalankan cita-cita bangsa secara maksimal. Jadi tidak boleh ada komponen yang beda arah," terangnya.
Taufiq menambahkan, sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara gencar dilakukan karena pengabaian terhadap ideologi negara sudah marak. Dia meminta, kader bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan kelompok yang ingin mengganti ideologi.
"Mereka yang selama ini salah paham dengan Pancasila, bisa dipahamkan lagi tentang Pancasila," ungkapnya. (adv/amr/sus)