Balai Warga Kampung Nopia di Banyumas Dibangun, Dana Baru 10 Persen Tetap Digeber
Warga Kampung Nopia antusias gotong royong percepatan pembangunan balai pertemuan masyarakat, Minggu (8/2). -AGUS UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Warga Kampung Nopia Desa Pekunden, Kecamatan BANYUMAS, nekat memulai pembangunan balai pertemuan masyarakat pada Minggu (8/2). Pembangunan dilakukan meski ketersediaan anggaran masih jauh dari kebutuhan total.
Ketua Pengelola Wisata Kampung Nopia, Agus Silo, mengatakan dana yang tersedia saat ini baru sekitar sepuluh persen. Namun warga sepakat tetap memulai pembangunan balai pertemuan tersebut.
“Anggaran baru tersedia sekira sepuluh persen dari total yang dibutuhkan. Tapi, kami mulai membangun balai pertemuan masyarakat,” kata Agus. Keputusan itu diambil melalui kesepakatan bersama warga.
Tahap awal pembangunan diawali dengan kerja bakti warga melakukan pengurugan lahan. Sebanyak 20 dump truk material dikerahkan untuk meninggikan lokasi bangunan.
BACA JUGA:Kunjungan Kampung Nopia Capai 9.005 Orang, Target 2026 Naik Dua Kali Lipat
Percepatan pembangunan dilakukan karena warga memperoleh material urugan secara tidak terduga. Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan agar tidak terbuang sia-sia.
Selain itu, percepatan pembangunan juga mempertimbangkan batas akhir kontrak base camp yang akan habis pada 1 Juli mendatang. Sebelumnya, pembangunan balai pertemuan masyarakat dijadwalkan baru dimulai pada Maret.
“Pembangunan balai pertemuan masyarakat di luar rencana jadi maju, perjuangan warga Kampung Nopia untuk mempunyai base camp sendiri, tidak sewa lagi,” sambung Agus. Keberadaan balai tersebut dinilai penting bagi aktivitas warga dan pengelola wisata.
Selama ini, kegiatan warga dan aktivitas wisata Kampung Nopia masih menggunakan bangunan dengan sistem sewa. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif dan efisien dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Kontrak Basecamp Hampir Habis, Kampung Nopia Kebut Kumpulkan Dana
Melalui musyawarah, warga akhirnya sepakat membangun balai pertemuan masyarakat secara mandiri. Bangunan tersebut nantinya difungsikan sebagai pusat kegiatan warga sekaligus penunjang wisata.
Kampung Nopia sendiri dikenal sebagai destinasi wisata edukasi berbasis kearifan lokal di Kabupaten Banyumas. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan nopia sebagai kuliner tradisional khas daerah. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

