Sering Jadi Tempat Mesum, Luasnya Area Bumper Munjuluhur Persulit Pengawasan

Senin 22-05-2017,10:26 WIB

PURBALINGGA - Salah satu destinasi wisata di Purbalingga, Bumi Perkemahan (Buper) Munjuluhur Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, memiliki fasilitas yang lengkap namun tidak terawat. Tidak hanya itu, buper yang memiliki luas 16,3 hektare membuat pengelola kewalahan dalam pengawasan. POTENSI : Bumper Munjuluhur berpotensi dijadikan destinasi wisata yang bisa menghasilkan PAD bagi pemkab. (GALUH WIDOERA/RADARMAS) Staf Pengelola Buper Munjuluhur, Suyatno mengatakan, pintu masuk yang tidak satu jalur dan rapatnya pepohonan membuat pengawasan sulit dilakukan. "Hampir setiap sore saya patroli di seputar kawasan ini. Luas buper 16,3 hektar sehingga di beberapa titik yang tertutup dan sepi kerap digunakan untuk kenakalan remaja," jelasnya. Ia mengatakan, remaja yang kedapatan membawa minuman atau ketahuan berbuat mesum kemudian dibina dan dikembalikan kepada orang tua. "Sekedar pembinaan, kalau tertangkap tangan kami laporkan ke polisi. Tapi namanya remaja, tambah waktu masih saja banyak yang berbuat seperti itu," ucapnya. Yatno menambahkan, buper ramai kunjungan pada akhir pekan dan hampir setiap bulan digunakan organisasi atau komunitas untuk mengadakan acara. "Fasilitas di sini hanya untuk paket-paket wisata, event dan kemah/menginap. Fasilitas lumayan lengkap, ada area outbound, laguna buatan, gedung utama, gedung penginapan, dua lapangan, dan fasilitas MCK air bersih sebanyak 40," terangnya. Sayangnya, lanjut Yatno, buper kurang terawat. "Sayang sekali buper kalau terus seperti ini. Padahal bisa dikembangkan untuk destinasi wisata yang menarik, karena di sini sejuk dan memiliki area yang luas," ujarnya. Ia menambahkan, seharusnya pemkab benar-benar mengelola buper menjadi objek wisata. Sebab, termasuk inventaris pemerintah daerah. "Kalau dibuat satu pintu dengan tiket yang sudah termasuk asuransi kemudian terdapat wahana-wahana permainan, kan bisa membantu menyumbang pendapatan asli daerah," jelasnya. Salah seorang pengunjung, Riko mengaku, dia dan teman-temannya sering ke buper untuk menghabiskan waktu. "Kami di sini cuma duduk-duduk. Soalnya tiket masuk murah, satu orang ditarik Rp 2000 dan parkir Rp 1.000," katanya. (gal/sus)

Tags :
Kategori :

Terkait