Jembatan Gambarsari Tertutup untuk Roda Empat

Senin 19-12-2016,14:07 WIB

Dipasang Drum Pembatas PURBALINGGA - Tergerusnya pondasi jembatan Sungai Gringsing, Desa Gambarsari, Kecamatan Kemangkon akibat banjir, menyebabkan jalur alternatif ini tertutup untuk kendaraan roda empat. Jembatan yang berlokasi di perbatasan Gambarsari-Karangkemiri, hanya bisa dilewati sepeda motor. “Kondisi jembatan Sungai Gringsing yang berlokasi di perbatasan Desa Gambarsari dan Karangkemiri, sekarang kerusakkannya lebih parah. Karena pondasi jembatan tergerus banjir,” kata Camat Kemangkon, Raharjo Minulyo SSos, kemarin (18/12). Jembatan sepanjang sekitar 12 meter itu sempat rusak parah akibat bencana banjir Juli 2016 lalu. Jalan alternatif yang dapat memperlancar perjalanan Banjarnegara-Purwokerto, selama beberapa pekan sempat terputus total untuk kendaraan roda empat. Sebelum jembatan Sungai Gringsing rusak, sempat diperbaiki dengan konstruksi seperti jembatan bailey. Material alas jembatan menggunakan plat besi. Lebar jembatannya tidak selebar semula, untuk membatasi kapasitas atau tonase kendaraan yang boleh lewat. Yang boleh lewat hanya kendaraan roda empat dan sepeda motor. “Karena sekarang kerusakannya lebih parah, jembatan darurat tertutup kembali untuk kendaraan roda empat atau lebih. Jembatan sekarang hanya bisa dilewati sepeda motor dan sepeda onthel. Jembatan dipersempit lagi dengan dipasangi drum pembatas,” kata Rahardjo. Dengan kerusakan jembatan Gringsing yang lebih parah, Polsek Kemangkon berinisiatif memasang rambu petunjuk. Kendaraan dari arah Purwokerto yang akan ke Banjarnegara-Wonosobo-Semarang, dialihkan melewati Jalan Raya Desa Toyareka. Rambu serupa juga dipasang di sebelah timur. “Dengan terturupnya jembatan Gringsing Gambarsari untuk kendaraan roda empat, arus lalu lintas di jalur Penican-Kedungbenda yang tembus Sokaraja, Banyumas menjadi semakin ramai,” ujar Raharjo. (nis/sus)

Tags :
Kategori :

Terkait