PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, bakal melakukan pembenahan di sejumlah persimpangan, yang masuk posisi strategis di Kabupaten Purbalingga. Hal itu dilakukan karena semakin padatnya arus kendaraan. Kondisi persimpangan yang ada saat ini dianggap menghambat kelancaran arus lalu lintas, terutama saat kendaraan menikung. Kepala Seksi Prasarana Jalan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Purbalingga Nugroho Priyo Pratomo ST mengatakan, persimpangan yang akan dibenahi tahun ini diantaranya adalah seluruh persimpangan sepanjang jalur lingkar utara, mulai dari simpang empat Karangsentul, simpang empat Gemuruh, simpang empat Walik dan simpang empat Sirongge. "Selain itu, juga simpang empat Mewek, simpang tiga Pasar Hewan dan simpang empat Terminal Purbalingga," imbuhnya. Dijelaskan olehnya, setiap persimpangan tersebut memiliki persoalan teknis yang sama, yakni sempit dan bergelombang atau aspal hampir melipat. Menurutnya, jalan yang bergelombang, merupakan tanda kekuatan tanah yang lemah terhadap beban berat. "Jika cukup diperbaiki dengan overlay atau pelapisan ulang saja, kedepannya akan mengalami hal yang sama. Jadi lebih baik tahun ini bagian yang bergelombang akan kita beton saja," lanjutnya. Dia menambahkan, tidak semua persimpangan akan dibeton. Sebab, anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini terbatas. "Cukup di titik yang sering rusak saja yang akan dibeton. Sebab biasanya memang membandel, bolak-balik ditambal tetap cepat rusak," katanya. Dia mengakui, hal itu memiliki kelemahan mendasar, yakni jika kondisi jalan terlalu banyak selang-seling antara beton dengan aspal. Maka, aspal di sebelah sambungan dipastikan mudah retak dan melipat keluar "Maka, tahun ini akan dicoba memodifikasi sambungan, hasil belajar dari kota lain. Semoga hasilnya tidak masalah," tambahnya. Seperti yang diketahui proyek pembangunan jalan tahun 2016 ini tergolong cukup besar, yakni senilai Rp 136 miliar. Anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dan bantuan keuangan dari Pemprov Jateng dan APBD kabupaten, belum lagi tambahan saat APBD/APBN perubahan nanti. Jumlah anggaran tahun ini lebih besar dibanding APBD/APBN murni 2015 yang hanya Rp 99 miliar saja. Tahun ini banyak memfokuskan pelebaran jalan setrategis maupun jalur wisata. (tya)
Persimpangan Jalan Strategis Bakal Dilebarkan
Senin 14-03-2016,12:26 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 02-10-2026,11:12 WIB
Catatan Azrul Ananda: Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)
Jumat 02-10-2026,13:31 WIB
Transaksi QRIS Banyumas Raya Tembus Rp12,91 Triliun, Pembayaran Digital Terus Berkembang
Jumat 02-10-2026,13:41 WIB
Empat Proyek Jalan Purbalingga Belum Rampung, Progres Rajawana-Panusupan Baru 31,793 Persen
Jumat 02-10-2026,10:05 WIB
Mahasiswa UMP Hadirkan Harapan di Tengah Kekeringan Banyumas
Jumat 02-10-2026,14:35 WIB
Harga Cabai di Purwokerto Tembus Rp80 Ribu, Kemarau Panjang Pangkas Pasokan Petani
Terkini
Jumat 02-10-2026,18:53 WIB
Tim PKM FMIPA Gelar Kegiatan Pendampingan Penulisan Buku Ajar Matematika Interaktif di SMA Negeri 1 Kejobong
Jumat 02-10-2026,18:47 WIB
Porprov Jateng XVII Bakal Diikuti 7.990 Atlet, Rebutkan 2.769 Medali
Jumat 02-10-2026,18:23 WIB
ASPIKMAS Banyumas Ubah Pola Pengembangan UMKM, 5.200 Pelaku Usaha Masuk Kelas Inkubasi Bisnis
Jumat 02-10-2026,17:11 WIB
Kucing Masuk Sumur Sedalam 8 Meter di Nusawungu Cilacap, Damkar Turun Tangan
Jumat 02-10-2026,17:07 WIB