TURUN LANGSUNG: Bupati Banyumas ikut memilah sampah di hanggar TPST Kedungrandu, Patikraja pada Senin (7/3). (DIMAS PRABOWO/RADARMAS)
PURWOKERTO - Sarung tangan oke. Masker sudah pasti. Sepatu boots mantap dipakai. Layaknya petugas kebersihan, Bupati Banyumas Achmad Husein ikut memilah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Senin (7/3). Tahun ini bupati menargetkan Kabupaten Banyumas bisa zero waste.
Bupati menceritakan pengalamannya saat memilah sampah. Saat dia buka, satu kantong kresek sampah. Isinya beragam. Ada sisa makanan. Popok bayi.
"Saya tadi buka plastik ada ayam. Sudah banyak belatungnya. Bacine pol (bau sekali)," kata dia.
Dia akui proses penanganan sampah di Kabupaten Banyumas belum sempurna. Masih perlu ada pembenahan. Tapi arahnya sudah benar, dengan memperbanyak TPST dan penerapan teknologi terbarukan.
"Kita buat sistem ini agar tidak ada TPA. Dari 142 dump truk sampah saat ini tinggal 12 truk," ujar dia.
Penerapan teknologi mesin dan pemanfaatan maggot, katanya, jadi salah satu jurus jitu penanganan sampah. Sedangkan sisa residu yang tidak terolah akan dibakar habis dengan mesin pirolisis.
"Nanti sisa-sisanya baru masuk ke pirolisis. Yang masih berguna bisa jadi paving dan alat-alat rumah tangga," paparnya.
Salah satu kendala yang dihadapi, belum semua TPST sudah mempunyai peralatan lengkap. Secara bertahap peralatan akan dilengkapi.
"Saat ini baru tersedia enam mesin pirolisis yang ada di Banyumas, yang tersebar di beberapa TPST," paparnya.
https://radarbanyumas.co.id/banyumas-ditarget-kurangi-tpa-maksimalkan-penggunaaan-mesin-pirolisis-sampah/
Terpisah, Ketua KSM Randu Makmur Wahidin mengatakan, setiap hari TPST Kadungrandu menerima sedikitnya 9 ton sampah. Dengan kapasitas masing-masing satu truk 3 ton.
"TPST mengumpulkan sampah dari 3.000 kepala keluarga (KK) di wilayah Purwokerto Barat, Timur, dan Selatan, atau 11 kelurahan di lima kecamatan," pungkasnya. (aam)