Mahasiswa Diingatkan Waspadai Penipuan Digital Berkedok Fintech
Head of Payment and Digibank OVO; Burhan Kurniawan (tengah) dan Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia; Tulus Abadi (kanan), sebagai narasumber Fintech Academy bersama MoneyFestasi di UNSOED, Rabu, (6/52026).-Dimas Prabowo/Radar Banyumas-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Tingginya penggunaan layanan keuangan digital di kalangan generasi muda dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman literasi finansial dan keamanan digital.
Mahasiswa pun diingatkan agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang kini marak menyasar pengguna fintech.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Fintech Academy yang digelar OVO bersama MoneyFestasi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Rabu (6/5).
Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian roadshow edukasi literasi keuangan digital di sejumlah kampus Indonesia sepanjang 2026.
BACA JUGA:Kukuhkan Kepala OJK Baru, Adi Dorong Peningkatan Literasi Digital Wong Banyumas
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18–25 tahun telah mencapai 89,96 persen.
Namun, indeks literasinya masih berada di angka 73,22 persen. Kondisi itu menunjukkan masih adanya kesenjangan antara penggunaan layanan keuangan digital dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang aman dan bijak.
Head of Strategy Integrated Marketing Communication OVO, Asep Haekal mengatakan, fintech saat ini bukan sekadar alat pembayaran digital, tetapi juga bagian dari gaya hidup generasi muda sehari-hari. Karena itu, edukasi terkait pengelolaan keuangan dan keamanan digital dinilai semakin penting.
“Fintech hari ini bukan hanya soal kemudahan transaksi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat membantu generasi muda membangun kebiasaan finansial yang kuat dan lebih sehat. Melalui Fintech Academy, OVO ingin mendorong mahasiswa agar tidak hanya aktif menggunakan layanan digital, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
BACA JUGA:30 Pelaku Usaha Purbalingga Dilatih Tembus Pasar Ekspor via Digital
Dalam sesi tersebut, mahasiswa juga diajak memahami pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan mewaspadai modus social engineering yang banyak digunakan pelaku penipuan digital.
Selain itu, peserta dikenalkan cara menggunakan layanan fintech secara bertanggung jawab agar kemudahan transaksi digital tidak justru memicu perilaku konsumtif.
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi menilai edukasi semacam ini penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap perlindungan konsumen di era digital.
“Kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital harus selalu diimbangi dengan pemahaman yang kuat mengenai perlindungan konsumen, keamanan data pribadi, serta cara menggunakan fintech secara bijak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
