BANYUMAS - PT Pertamina (Persero) menghimbau masyarakat tetap tenang, menggunakan LPG sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan, karena pasokan energi tersedia aman dan mencukupi.
Di libur Nataru saat ini, Pertamina menambah 57.680 tabung gas elpiji 3 Kg, atau elpiji subsidi selama libur Natal dan Tahun Baru 2022, Tambahan gas elpiji ini juga, untuk mengantisipasi adanya peningkatan konsumsi akibat kenaikan harga elpiji non subsidi sejak Sabtu (25/12)
Sales Branch Manager Pertamina Rayon IV Cilacap - Banyumas, Adeka Sangtraga Hitapriya mengatakan, untuk wilayah Kabupayen Banyumas secara stok reguler gas elpiji 3 Kg sebanyak 1,4 juta tabung setiap bulan.
Hal ini untuk mengantisipasi adanya peningakatan konsumsi libur Nataru. Ditambah adanya kenaikan harga elpiji non subsidi, dikhawatirkan adanya masyarakat yang selama ini mempergunakan gas elpiji non subsidi beralih ke gas subsidi.
"Penambahan gas elpiji 3 Kg sudah dilakukan oleh Pertamina sejak tanggal 13 Desember 2021, sehingga dengan adanya tambahan ini mampu memenuhi kebutuhan elpiji bagi warga kurang mampu," katanya.
Diungkapkan oleh Adeka, untuk mengantisipasi rumah makan dan hotel, beralih mempergunakan gas subsidi akibat kenaikan gas non subsidi pihaknya mengandeng Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk melakukan pengawasaan.
Sebab hotel dan restoran, bukan termasuk usaha yang diperkanankan untuk mempergunakan gas subsidi.
“Secara hitung - hitungan Insya Allah cukup, tetapi kita pantau pengunaannya,” katanya.
https://radarbanyumas.co.id/kuota-elpiji-meningkat-dua-kali-lipat-antisipasi-lonjakan-selama-libur-nataru/
Untuk kenaikan harga elpiji non subsidi yakni untuk tabung 5,5 Kg menjadi Rp 76 ribu dan tabung 12 Kg menjadi Rp 163 ribu. Adeka menambahkan untuk mengetahui adanya perubahan migrasi dari gas non subsidi ke subsidi, perlu waktu sekitar 2 bulan.
"Namun kami berharap konsumen yang termasuk kategori mampu, untuk tetap mempergunakan elpiji non subsidi meski terjadi kenaikan harga," tuturnya. (ali)