RAPID: Pelaksanaan rapid antigen lansia komorbid di Kelurahan Berkoh beberapa waktu lalu. YUDHA IMAN PRIMADI/RADARMAS
PURWOKERTO - Pemerintah pusat kembali memperbaharui peta risiko kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia pada Rabu (17/2). Menurut data Satgas Covid-19 per 14 Februari 2021, jumlah zona merah (risiko tinggi) di Indonesia ada 44 kabupaten/kota, salah satunya Banyumas.
Plt Kabid Yankes Dinkes Banyumas dr Arif Sugiyono mengatakan, dalam setengah bulan, jumlah kematian pasien positif Covid-19 di bulan Februari sebanyak 40 orang.
https://radarbanyumas.co.id/angka-kematian-akibat-covid-di-banyumas-turun-drastis/
Terjadi peningkatan jumlah kematian pasien positif Covid-19 harian yang cukup signifikan pada Senin (15/2) dengan 7 orang meninggal dunia.
"Rata-rata per hari kematian pasien positif Covid-19 per tanggal 15 Februari naik ke 2,66," katanya.
Arif menjelaskan, dibawah tanggal 15 Februari, kematian pasien positif Covid-19 antara 2 sampai 3 orang per hari. Untuk jumlah total kasus positif sendiri per 15 Februari sebanyak 7.565 orang dengan pasien sembuh 6.613 orang.
"Total kematian pasien positif Covid-19 sampai pertengahan Februari ada 391 orang," terang dia.
Dikatakan, diantara penghuni rumah karantina (RK) Baturraden, terdapat dua balita yang positif Covid-19 berusia 2 dan 4 tahun dari Ajibarang yang masuk ke RK pada Minggu (14/2). Kedua orangtua dari dua balita tersebut juga diketahui positif Covid-19. "Keduanya laki-laki," pungkas dr. Arif.
Enam Kecamatan Nol Lansia Komorbid
Program Jaga Komorbid yang direalisasikan salah satunya melalui pelaksanaan rapid antigen kombinasi PCR serentak yang telah dilaksanakan dalam dua putaran, menunjukkan enam kecamatan bersih dari lansia komorbid terkonfirmasi positif Covid-19.
Kasi Survailans, Imunisasi dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinkes Banyumas Achmad Chairul Hamdi S.KM MKM mengatakan, enam kecamatan tersebut yakni Lumbir, Jatilawang, Kalibagor, Gumelar, Purwokerto Selatan dan Purwokerto Utara.
Bersih yang dimaksud hanya bebas dari lansia komorbid yang terdeteksi saat rapid antigen kombinasi swab PCR serentak.
Vaksinasi Wartawan Ikut Tahap Kedua
Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Banyumas Arief Dwi Kusuma meminta vaksinasi Covid-19 bagi wartawan disegerakan. Menurutnya, hal itu bukan tanpa alasan. Pekerjaan wartawan selalu mobile dan bertemu dengan banyak orang.
"Disegerakan, karena risiko pekerjaan ketemu orang-orang," katanya.
Dikatakan, pemberian vaksinasi terhadap wartawan ia dukung penuh. Menurutnya tugas wartawan tidak berbeda jauh, dengan pelayan publik lainnya. "Selain nakes, teman-teman jurnalis jadi prioritas," terangnya.
Terpisah Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, vaksinasi bagi wartawan ikut tahap dua. Akan dilakukan bulan ini.
https://radarbanyumas.co.id/wartawan-di-banyumas-diprioritaskan-mendapat-vaksin-covid/
"Itu diawal. Bersamaan dengan pelayanan publik dan wartawan saya prioritaskan. Dekat-dekat tanggal 22 Februari," tuturnya.
Untuk lokasi vaksinasi akan dilakukan di rumah sakit. Bisa di RSUD Banyumas atau Ajibarang. "Saya butuh nama, nanti saya sampaikan nanti langsung dimasukkan diinput. Setelah itu ikuti proses," paparnya.
Dikatakan, wartawan diprioritaskan untuk divaksinasi karena mengharuskan bertemu dengan banyak orang. Kuota vaksin wartawan sebanyak 100. (yda/aam)