BUNGAH: Kabid P2P Dinkes Banyumas, Dwi Mulyanto tampak sumringah usai disuntik vaksin Sinovac, Selasa (26/1) siang. Dia sempat dinyatakan belum lolos skrining karena tensinya tinggi. (Yudha Iman Primadi/Radarmas)
Tensi dan Menyusui Jadi Faktor
PURWOKERTO - Dari 42 pegawai bidang Pengendalian Pemberantasan Penyakit (P2P) dan Pelayanan Kesehatan Dinkes Banyumas yang sesuai jadwal disuntik vaksin Sinovac pada Selasa (26/1) pukul 10.00 WIB di Puskesmas Purwokerto Selatan, 19 diantaranya belum disuntik vaksin.
Plt Kabid Yankes Dinkes Banyumas, dr. Arif Sugiyono mengatakan sebagian pegawai di bidangnya belum disuntik vaksin Sinovac dikarenakan tidak lolos skrining. Dirinya memastikan setiap pegawai Dinkes Banyumas melaksanakan vaksinasi sesuai jadwal, waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah. Tidak ada yang berpindah waktu ataupun faskes.
https://radarbanyumas.co.id/tenaga-kesehatan-banjarnegara-divaksin-di-tempat-kerja/
https://radarbanyumas.co.id/dari-10-orang-forkompinda-hanya-sekda-banyumas-tak-lolos-skrining/
"Rata-rata darah tinggi. Ada juga yang sedang menyusui," katanya ketika ditemui Radarmas, Selasa (26/1) siang.
Kabid P2P Dinkes Banyumas, Dwi Mulyanto SKM M.Si mengatakan pada awal diskrining, tensinya sempat dinyatakan tinggi dan belum bisa divaksin. Setelah beristirahat sejenak, pada akhirnya tensinya bisa turun dan lolos skrining.
Dari 42 pegawai Dinkes Banyumas yang disuntik vaksin Sinovac di Puskesmas Purwokerto Selatan, yang disuntikkan vaksin hanya sebanyak 23 orang. 19 orang lainnya belum disuntik dengan keterangan 4 orang tidak diberikan, 7 orang ditunda dan 8 orang datanya tidak terdaftar dengan sempurna.
"Tidak diberikan bisa karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan seperti memiliki komorbid atau sudah pernah positif Covid-19. Sementara ditunda mungkin karena sedang kurang enak badan saja," terang dia ketika ditemui Radarmas, Selasa (26/1) siang.
Kadinkes Banyumas, Sadiyanto SKM M.Kes mengatakan dirinya menjadi Sumber Daya Kesehatan (SDK) pertama yang divaksin Sinovac saat pencanangan pada Senin (25/1) di RSUD Banyumas.
"Saya sudah divaksin kemarin (Senin) di RSUD Banyumas. Yang pertama memulai untuk kelompok SDK setelah 9 orang dari unsur Forkompinda selesai divaksin," pungkasnya. (yda)