CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pemerintah Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Inovasi Sosial Desa 2026 yang digelar di Pendopo Jalabumi Cilacap, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi Desa Jetis, dari desa tertinggal menuju desa wisata melalui inovasi dan optimalisasi potensi lokal.
Kepala Desa Jetis, H. Muharno SE memaparkan potensi wisata Pantai Jetis Eksotis dan Pantai Cemara Sewu dengan kunjungan wisatawan sebanyak 270.287 selama semester I tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, Pantai Jetis Eksotis menyumbang 181.528 kunjungan. Sedangkan Pantai Cemara Sewu sebanyak 88.759 kunjungan.
Puncak kunjungan terjadi pada Maret 2026, bertepatan dengan libur Lebaran Idulfitri, dengan total 85.725 kunjungan dalam satu bulan.
Capaian ini menunjukkan besarnya potensi wisata Desa Jetis untuk terus dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:Pantai Jetis Nusawungu Diserbu 37.743 Wisatawan Saat Libur Nataru
Dalam paparannya, Muharno menekankan pentingnya pengembangan potensi desa secara berkelanjutan. Mulai dari wisata pantai, kuliner hasil laut, edukasi penanaman mangrove, hingga wisata religi dan budaya.
Pengembangan tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha bagi pedagang, nelayan, serta pelaku UMKM setempat.
“Potensi wisata yang kita miliki harus terus dikembangkan dan dikelola secara optimal agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap melalui pendampingan dan inovasi ini, Desa Jetis semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan warganya,” ungkap Muharno. ***