KEBUMEN, RADARBANYUMAS.CO.ID - Warga suku jawa memiliki banyak aneka kerajinan gerabah. Salah satunya disebut "kendi" yang berfungsi untuk menyimpan minuman.
Cerek yang terbuat dari tanah liat ini bahkan diklaim lebih sehat. Namun, seiring perkembangan jaman, kendi kini mulai ditinggalkan karena alasan tidak praktis.
BACA JUGA:Bakar Sampah Berujung Kebakaran di Pejagoan
Salah satu Pedagang Pasar Tumenggungan Kebumen Ahmad mengakui, saat ini warga sudah tak lagi banyak yang menggunakan kendi. Namun demikian, ia masih saja menjualnya. Sebab, meski tak sering, masih saja ada orang mencari.
"Beberapa sopir mobil bak. Terkadang membeli kendi. Mungkin agar air minum menjadi lebih dingin dan segar," tuturnya, Selasa (13/10/2026).
BACA JUGA:Dinas Pariwisata Budaya Kebumen, Bakal Ditambah Bagian Ekraf
Disampaikannya, harga kendi bervariasi. Mulai dari Rp 35 ribu yang kecil hingga Rp 60 ribu yang besar. Air kendi lebih sehat dan segar.
"Masih ada beberapa yang menyukai kendi. Memeng lebih segar dan tidak terlalu dingin," ucapnya.
Di sisi lain, sejumlah literasi menyebut kendi memiliki banyak manfaat. Pori-pori pada tanah liat memungkinkan terjadinya penguapan air secara perlahan, sehingga suhu air di dalam kendi tetap sejuk dan nyaman tanpa perlu masuk kulkas.
Selain itu kendi juga menyeimbangkan PH. Sifat basa alami dari tanah liat dapat membantu menetralkan kelebihan asam atau racun di dalam lambung.