Jamu Jadi Bekal Keterampilan Siswa SMAN 2 Kroya

Selasa 01-09-2026,19:43 WIB
Reporter : Julius Purnomo
Editor : Susi Dwi Apriani

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - SMA Negeri 2 Kroya, Kabupaten Cilacap, mengenalkan pengolahan jamu herbal kepada siswa sebagai salah satu keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dan diikuti ratusan siswa di Laboratorium Biologi SMAN 2 Kroya, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Selasa (1/9/2026).

Pengurus Bidang Obat Bahan Alam dan Kosmetik PPJAI, Mulkan Putra Sahada, mengatakan jamu perlu dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hanya dikenal oleh masyarakat usia lanjut.

Menurutnya, jamu juga bisa dikembangkan dengan rasa dan tampilan yang lebih sesuai dengan selera anak muda.

“Jadi selain bisa memberikan manfaat, juga bisa dinikmati oleh anak-anak muda, khususnya kalangan sekolah dan pelajar,” kata Mulkan.

Ia mengatakan, jamu tidak harus selalu disajikan dalam bentuk seduhan dengan rasa pahit.

Bahan herbal bisa dikreasikan dengan bahan lain seperti madu, susu, lemon maupun sari buah.

Menurut Mulkan, cara tersebut bisa membuat jamu lebih menarik bagi generasi muda sekaligus membuka peluang usaha.

“Jadi kita berusaha agar bisa menyajikan produk yang tidak hanya sekadar berkhasiat, tapi bisa dinikmati masyarakat, terutama kalangan pelajar dan anak-anak Gen Z,” ujarnya.

Mulkan menyebut, minat anak muda terhadap produk herbal mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk jamu dengan mengikuti perkembangan selera pasar.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga dikenalkan dengan berbagai tanaman herbal seperti jahe, sereh, temulawak, bidara dan tempuyung.

Mereka tidak hanya belajar mengenali tanaman, tetapi juga melihat bagaimana bahan tersebut dapat diolah menjadi produk minuman yang memiliki nilai ekonomi.

Program tersebut sejalan dengan kegiatan keterampilan yang dikembangkan SMAN 2 Kroya.

Siswa kelas X dikenalkan dengan budidaya tanaman herbal, kelas XI belajar mengolahnya menjadi minuman, sedangkan kelas XII diarahkan untuk belajar pemasaran.

Tags :
Kategori :

Terkait