PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Operator membuka opsi baru terkait kelangsungan Trans Banyumas ke depan dengan menawarkan kemungkinan layanan tersebut dibeli Pemerintah Kabupaten Banyumas. Jika sebagian besar kepemilikan dapat diambil alih Pemkab, Trans Banyumas berpeluang dikembangkan menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Masikun mengatakan, dirinya ikhlas apabila Trans Banyumas dibeli oleh Pemkab Banyumas. Menurutnya, Pemkab dapat mengambil alih hingga 100 persen atau sekitar 55 persen kepemilikan sesuai dengan opsi yang memungkinkan.
"Mungkin ke depaan ketika Pemkab Banyumas kaya beli saja Trans Banyumas. Mau 100 persen atau 55 persen silahkan. Kami ikhlas dibeli. Bukan diminta," katanya. Opsi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk memastikan keberlangsungan Trans Banyumas ke depan.
Ipoeng menginformasikan, andil usaha Trans Banyumas bukan hanya berasal dari pihaknya. Di dalamnya terdapat hak anggota Kopata sebesar 25 persen, kemudian hak anggota Koperades sekitar 26 persen serta angkutan lain atau koperasi lainnya yang tergabung sekitar 20 persen.
"Ada lagi beberapa AKDP Banyumas 30 persen. Jadi kalau ada hasilnya pun kami akan bagikan ke yang ikut andil usaha di Trans Banyumas," terang dia. Pembagian hasil tersebut nantinya tetap memperhatikan seluruh pihak yang memiliki andil dalam usaha Trans Banyumas.
Dilanjutkannya, terdapat perbedaan antara Trans Banyumas dengan layanan serupa di kota lain. Di daerah lain, operator yang mengelola layanan transportasi tersebut merupakan operator besar dengan kemampuan finansial yang kuat.
"Hanya operator di Trans Banyumas itu yang dari kumpulan operator kecil kemudian bergabung menjadi satu," pungkas Ipoeng. Kondisi tersebut membuat struktur operator Trans Banyumas berbeda dibandingkan layanan serupa yang dikelola operator besar di daerah lain. ***