KEBUMEN - Sebuah pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Dukuh Gemiwang, Desa Giwangretno, Kecamatan Sruweng, Kamis (2/7). Tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden ini.
Namun, rumah milik Sarmono (63) rusak. Kejadian ini juga mengakibatkan satu unit sepeda motor milik Sarmono tertimpa pohon. "Pohon diduga lapuk sehingga tumbang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini," ujar Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, Heri Purwoto, Jumat (3/7).
Menindaklanjuti kejadian ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Damkar Kebumen segera melakukan penanganan di lokasi. Dengan bantuan warga, petugas melakukan evakuasi pohon tumbang serta distribusi logistik untuk mendukung kerja bakti warga.
Heri menghimbau, warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera memangkas atau menebang pohon yang sudah tua maupun lapuk guna mengurangi risiko bencana.
Di sisi lain, Heri menyampaikan, warga juga diminta siaga terhadap potensi kekeringan. Data Badan Meteoroligi dan Geofisika (BMKG) telah merilis, puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Agustus. Di saat yang sama, setidaknya ada 90 desa di 18 kecamatan i Kebumen yang menjadi langganan kekeringan.
Ia menambahkan, hingga saat ini, BPBD tengah mempersiapkan langkah untuk mengantisipasi kekeringan dimana warga sulit mengakses air bersih.
"Berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan air bersih untuk membantu warga sebanyak 2.745 tangki," tutup Heri. (cah)