Metode Tabela Diuji di Banyumas, Budidaya Melon Makin Efisien

Rabu 06-05-2026,16:06 WIB
Reporter : Fijri Rahmawati
Editor : Ali Ibrahim

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Metode tabur benih langsung (tabela) mulai diperkenalkan dalam budidaya melon hidroponik di green house. Inovasi ini menarik perhatian BUMDes Karanggedang, Kecamatan Sumpiuh, untuk mendukung program ketahanan pangan.

Sistem tabela menjadi pembaruan dari metode hidroponik sebelumnya yang dinilai lebih praktis. Perubahan ini diarahkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi budidaya.

Penyedia jasa, Sugiyono, menjelaskan sistem hidroponik terus berkembang mengikuti kebutuhan petani. Salah satu inovasi utamanya adalah mengurangi tahapan yang memakan waktu.

"Sistem tabela pada budidaya melon hidroponik ini mengurangi resiko kematian yang dipicu oleh stres karena pindah media tanam," jelas Sugiyono, Rabu (6/5) di lokasi.

BACA JUGA:Penerapan Smart Greenhouse pada Sistem Hidroponik Pegiat Tanaman Hidroponik (PETANIK) Melon Gadis

Pada metode lama, benih harus disemai terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke media hidroponik. Proses ini dinilai lebih lama dan berisiko terhadap pertumbuhan tanaman.

Melalui sistem tabela, benih langsung ditanam di media hidroponik tanpa tahap pemindahan. Cara ini membuat proses budidaya menjadi lebih sederhana dan efisien.

Selain memangkas waktu, sistem ini juga menekan potensi kerugian akibat kematian tanaman. Petani tidak perlu lagi menghadapi risiko stres tanaman saat dipindahkan.

Sugiyono menambahkan, pembaruan juga dilakukan pada pengaturan debit air dalam instalasi. Hal ini menjadi solusi atas masalah pembusukan pada pangkal batang.

"Pengaturan ketinggian debit air juga terdapat pembaruan sebagai jawaban dari kendala antara lain pembusukan pada pangkal batang," sambung Sugiyono.

Pengaturan tersebut memungkinkan penyesuaian kebutuhan air sesuai fase pertumbuhan tanaman. Sistem ini juga mengantisipasi gangguan seperti mati listrik yang bisa memengaruhi suplai air.

Direktur BUMDes Karanggedang, Farhan Adi, menilai inovasi ini membuka peluang baru dalam pengembangan pertanian desa. Ia melihat budidaya melon hidroponik masih menjanjikan untuk ketahanan pangan.

"Budidaya melon hidroponik, proses pengembalian modal dapat lebih cepat," tandas Farhan.

Menurutnya, efisiensi dari metode baru menjadi faktor penting dalam menarik minat pengelola. BUMDes pun tertarik mengaplikasikan sistem tabela dalam waktu dekat. ***

Kategori :