CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) campak di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati.
Sementara itu, dua daerah lain yakni Brebes dan Kudus, berstatus suspek.
Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, Hasanudin, membenarkan penetapan status KLB tersebut.
Ia menjelaskan, keputusan itu diambil setelah ditemukan dua kasus campak dalam satu wilayah kecamatan beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Suspect Campak Ditemukan di Dua Kecamatan, Dinkes Cilacap Lakukan Pemantauan
“Memang sempat ditemukan dua kasus dalam satu kecamatan, sehingga ditetapkan sebagai KLB," ujarnya, Senin (30/3/2026).
Meski demikian, Hasanudin memastikan kondisi saat ini sudah terkendali. Tidak ada penambahan kasus baru, dan pasien yang sebelumnya terpapar kini telah berangsur sembuh.
"Untuk saat ini tidak ada penambahan kasus. Pasien yang sebelumnya terpapar sudah berangsur sembuh," jelasnya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan kini fokus pada langkah pencegahan di sejumlah wilayah yang sebelumnya terindikasi suspek.
Sebelumnya, tercatat ada delapan kasus campak di Kabupaten Cilacap yang tersebar di beberapa kecamatan. Yakni Binangun, Cilacap Tengah, Wanareja, dan Dayeuhluhur, masing-masing dua kasus.
"Delapan pasien campak yang sebelumnya tersebar di Kecamatan Binangun, Cilacap Tengah, Wanareja, dan Dayeuhluhur masing-masing dua kasus, saat ini sudah sembuh," pungkas Hasanuddin.
Dinkes Cilacap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta menjaga kesehatan, termasuk melengkapi imunisasi guna mencegah penyebaran campak.