Kemarau 2026 di Cilacap Diprediksi Bakal Lebih Kering

Selasa 24-03-2026,16:26 WIB
Reporter : Julius Purnomo
Editor : Susi Dwi Apriani

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Musim kemarau tahun 2026 di wilayah Cilacap diperkirakan akan lebih kering dari biasanya.

BMKG mengingatkan kondisi ini perlu diantisipasi karena berpotensi menimbulkan kekeringan di sejumlah daerah.

Ketua Tim BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, kemarau diperkirakan mulai pada pertengahan Mei 2026.

"Tahun ini kemaraunya diprediksi lebih kering dari normal, jadi curah hujannya lebih sedikit," ujarnya, Selasa (24/3/2026).

BACA JUGA:Musim Kemarau di Cilacap Diperkirakan Mulai Mei 2026

Ia menjelaskan, musim kemarau diperkirakan berlangsung cukup lama, sekitar 140 sampai 180 hari.

Dengan kondisi itu, potensi kekeringan perlu diwaspadai sejak awal.

Beberapa wilayah seperti Binangun dan Nusawungu diperkirakan lebih dulu masuk musim kemarau, yakni sejak awal Mei.

Sementara puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

BACA JUGA:Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Awal, BPBD Cilacap Siapkan Antisipasi Kekeringan

BMKG mengingatkan, kondisi kemarau yang lebih kering ini bisa berdampak pada ketersediaan air bersih dan sektor pertanian, terutama di wilayah yang sudah sering mengalami kekeringan.

"Perlu disiapkan dari sekarang, terutama soal pengelolaan air," kata Teguh.

Sebelum masuk kemarau, wilayah Cilacap juga akan mengalami masa pancaroba pada April hingga Mei.

Saat itu, cuaca bisa berubah-ubah, seperti hujan lebat, angin kencang, dan petir.

"Masyarakat diminta tetap waspada dan rutin memantau informasi cuaca dari BMKG agar bisa mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi," tandasnya.

Tags :
Kategori :

Terkait