Sambut Jutaan Pemudik, Pemprov Jateng Buka Posko Terpadu pada H-8 hingga H+7 Lebaran

Kamis 05-03-2026,11:35 WIB
Reporter : Humas Pemprov Jateng
Editor : Laily Media Yuliana

SEMARANG, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan membuka posko terpadu pada H-8 hingga H+7 Lebaran, untuk mengantisipasi  kedatangan jutaan orang pemudik ke provinsi ini. 

“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Tahun lalu sekitar 15 juta, sehingga ada kenaikan cukup signifikan. Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Kota Semarang pada Kamis, 5 Maret 2026. 

Luthfi mengatakan, tingginya jumlah pemudik tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu simpul utama pergerakan mudik nasional.

Karenanya, posko yang didirikan akan melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. 

BACA JUGA:Polres Banjarnegara Siapkan 6 Pos Pengamanan Jelang Mudik Lebaran 2026

Selain pengamanan lalu lintas, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan provinsi. Perbaikan-perbaikan jalan terus dikebut dan ditargetkan rampung sebelum H-7 Lebaran. 

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan program mudik gratis bagi perantau. Program tersebut menyediakan 340 bus dengan total 16.415 kursi yang diberangkatkan dari Jakarta dan Bandung pada 16 Maret 2026.  

Untuk moda kereta api, disiapkan 17 rangkaian kereta dengan kapasitas 1.288 penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju Solo Balapan dan Semarang Poncol pada 17 Maret 2026.  

“Program ini kita siapkan agar masyarakat kita bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan arus kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah,” kata Luthfi.

BACA JUGA:Siap-siap Mudik! Infrastuktur Jateng Jadi Fokus Utama Penanganan Lebaran Tahun Ini

Walakin, Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan mudik. Para pemudik diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan.

Pada momentum mudik ini, Pemprov Jateng juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi. 

“Yang juga kita waspadai adalah potensi bencana alam, misalnya longsor, banjir, bahkan kemungkinan aktivitas Gunung Merapi. Beberapa wilayah seperti Pegunungan Muria juga menjadi perhatian karena rawan bencana,” ujar Luthfi.

Ia mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui pemantauan serta kesiapsiagaan penanganan darurat di wilayah-wilayah rawan.

Berdasarkan pemetaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, setidaknya 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jawa Tengah menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Tags :
Kategori :

Terkait