Warga Cilacap Diimbau Tidak Main Petasan dan Perang Sarung

Rabu 04-03-2026,16:42 WIB
Reporter : Julius Purnomo
Editor : Susi Dwi Apriani

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Menjelang akhir Ramadan hingga malam takbiran, warga Kabupaten Cilacap diimbau untuk tidak bermain petasan maupun melakukan perang sarung.

Kepolisian mulai meningkatkan patroli di sejumlah titik untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan karena pada malam hari, terutama setelah salat tarawih hingga menjelang sahur, aktivitas remaja biasanya meningkat.

Kapolresta Cilacap Budi Adhy Buono mengatakan, patroli rutin dilakukan di kawasan permukiman padat, alun-alun, jalan protokol, serta lokasi yang sering menjadi tempat berkumpul remaja.

BACA JUGA:Antisipasi Balap Liar, Polisi Bubarkan Kerumunan Remaja di Jalan Perintis Kemerdekaan Cilacap

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai terlibat perang sarung atau bermain petasan yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Selain patroli keliling, petugas juga melakukan pendekatan persuasif dengan memberikan imbauan langsung kepada remaja yang masih berkumpul hingga larut malam.

"Petasan berisiko menimbulkan luka bakar, kebakaran, hingga kerusakan properti," tegasnya. 

Sementara itu perang sarung yang dulu dianggap sekadar permainan, kini dinilai semakin berbahaya karena ada yang memodifikasi sarung dengan memasukkan benda keras ke dalamnya sehingga berpotensi melukai peserta lain.

BACA JUGA:Nyaris Dihakimi Warga, Pelajar Asal Banyumas Diamankan Polisi Usai Diduga Hendak Tawuran

"Tindakan itu dapat masuk kategori pelanggaran hukum, apabila menimbulkan korban luka maupun kerusakan. Karena itu, langkah pencegahan terus diutamakan sebelum terjadi insiden yang lebih serius," tandasnya. 

Kapolresta juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pengurus RT dan RW untuk turut berperan aktif menjaga situasi lingkungan tetap kondusif selama Ramadan.

"Kegiatan positif seperti tadarus bersama, pesantren kilat, maupun ronda malam dinilai lebih bermanfaat dibanding aktivitas yang berisiko," pungkasnya. 

Di sejumlah wilayah di Cilacap, warga bahkan telah bersepakat membatasi jam aktivitas anak-anak pada malam hari guna mencegah potensi keributan.

Polisi berharap upaya bersama ini dapat menjaga suasana Ramadan tetap aman dan nyaman hingga malam takbiran.

Tags :
Kategori :

Terkait