CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Penanganan sarang tawon vespa di Kabupaten Cilacap digencarkan, setelah satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat sengatan tawon beberapa waktu lalu.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di wilayah lain.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo mengatakan, pihaknya langsung meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat respons terhadap setiap laporan masyarakat.
"Setelah adanya korban meninggal dunia akibat sengatan tawon vespa, kami instruksikan seluruh pos damkar untuk siaga dan memprioritaskan laporan terkait sarang tawon, terutama yang berada di permukiman warga," ujar Gatot, Senin (2/3).
BACA JUGA:Pria di Mujur Lor Cilacap Meninggal, Disengat Tawon Vespa Saat Membersihkan Toren Air
Salah satu penanganan dilakukan Tim Rescue Pos Damkar Kroya pada Minggu (1/3/2026) malam di Kompleks Dusun Pecanakan, Desa Mujur, Kecamatan Kroya. Laporan diterima sekitar pukul 20.00 WIB melalui aplikasi Satkartaru Siap.
Petugas tiba di lokasi pukul 20.15 WIB, dan langsung melakukan pemantauan serta persiapan alat pelindung diri (APD).
"Sarang tawon jenis vespa affinis berukuran sekitar 30x40 sentimeter ditemukan berada di atas genteng rumah warga," lanjutnya.
Pemilik rumah sebelumnya merasa khawatir karena tawon kerap masuk ke dalam rumah. Tim kemudian melakukan evakuasi sarang dengan aman dan lancar.
BACA JUGA:Januari, Damkar Cilacap Tangani 212 Kasus Tawon dan 110 Ular
"Proses penanganan berlangsung sekitar 30 menit tanpa kendala, serta tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa," tandasnya.
Selain evakuasi, petugas juga memberikan edukasi kepada warga agar tidak mencoba menurunkan atau merusak sarang tawon secara mandiri karena berisiko memicu serangan berkelompok.
"Kami imbau masyarakat jangan bertindak sendiri. Jika menemukan sarang tawon atau aktivitas yang membahayakan, segera laporkan agar bisa kami tangani sesuai prosedur keselamatan," pungkas Gatot.