Ia menjelaskan bahwa fokus utama diarahkan pada akselerasi akuisisi peserta baru, khususnya sektor informal dan UMKM, disertai optimalisasi kanal distribusi serta kolaborasi ekosistem. Di saat yang sama, peningkatan retensi dan kepatuhan iuran peserta aktif juga menjadi perhatian agar perlindungan berjalan berkelanjutan.
Prioritas kedua adalah Care, yang diwujudkan melalui penguatan kualitas layanan berbasis inovasi, transformasi digital, dan kolaborasi strategis lintas sektor.
“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang tidak hanya administratif, tetapi benar-benar terasa sebagai wujud kehadiran negara bagi pekerja dan keluarganya”,imbuhnya
Dalam implementasinya, strategi Care difokuskan pada layanan klaim yang lebih cepat, mudah, dan transparan, penguatan program manfaat termasuk layanan tambahan seperti perumahan, serta pembangunan pengalaman peserta berbasis digital secara end-to-end.
Sementara itu, prioritas ketiga adalah Credibility, sebagai fondasi keberlanjutan institusi. Ia menegaskan pentingnya keakuratan dan integrasi data serta tata kelola yang akuntabel untuk terus meningkatkan kepercayaan publik.
“Kami akan meningkatkan kredibilitas atas data, proses, complience dan tentunya strategic collaboration dengan para stakeholder, harapannya dapat meningkatkan trust dari pemerintah, pemberi kerja, maupun dari masyarakat,” imbuh Syaiful.
Menanggapi penetapan tersebut, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto, Vinca Meitasari, menyampaikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru dan kesiapan jajaran cabang dalam mengimplementasikan arah kebijakan strategis di daerah.
“Kami menyambut baik penetapan pimpinan baru BPJS Ketenagakerjaan periode 2026–2031. Kantor Cabang Purwokerto siap mendukung penuh kebijakan strategis yang telah ditetapkan, khususnya dalam memperluas cakupan kepesertaan bagi pekerja rentan, pekerja sektor informal serta pelaku UMKM di Kab Banyumas,” ujar Vinca. (ads)