PASAR DURIAN : Pendopo Pasar Durian dalam proses pembangunan FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS
KEMRANJEN-Pemerintah Desa Karangsalam Kecamatan Kemranjen secara bertahap membangun Pasar Durian. Hal ini dilakukan guna menggali potensi desa sebagai penghasil durian.
"Tahun anggaran 2019, baru membangun pendopo pasar. Masih banyak fasilitas yang dibutuhkan tapi anggaran terbatas," jelas Kepala Desa Karangsalam Roso, Senin (30/12).
Lokasi pasar durian berada di jalur alternatif Kemranjen-Banjarnegara dan Purwokerto. Dalam perkembangannya, ruas jalan merupakan akses bagi pengguna jalan jarak jauh.
Hal tersebut bagi Pemerintah Desa Karangsalam dianggap sebagai peluang usaha. Terlebih, sudah ada embrio bahwa hampir sepanjang jalan terdapat pedagang durian. Dikatakan Roso, pemerintah desa mengemas penjualan durian secara berbeda."Target Pasar Durian sebagai tempat singgah pengguna jalan jarak jauh. Maka, harus dipersiapkan semaksimal mungkin," kata Roso.
Pada tahun anggaran 2020, direncanakan pembangunan lanjutan. Diantaranya kios, los, wahana anak dan fasilitas ibadah serta toilet. Kini, pembangunan diperkirakan baru mencapai 50 persen .
Pemerintah Desa Karangsalam menyadari Pasar Durian bakal mendapat kendala. Sebab, durian bukan buah sepanjang tahun. Oleh karena itu, untuk menghidupkan pasar perlu pengembangan produk durian.
Sehingga, tidak hanya infrastruktur Pasar Durian yang dibangun. Melainkan sumber daya manusia di desa untuk menyokong hidupnya pasar. Diantaranya, melalui pelatihan olahan durian. "Tidak bisa hanya menyediakan buah durian mengingat durian buah musiman. Potensi lain desa seperti manggis, duku dan lainnya bisa dipasarkan. Juga produk olahan durian," tandas Roso. (fij)