CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Cilacap kembali menggelar program mudik gratis bagi warganya yang merantau di Jakarta dan Bandung pada Lebaran 2026. Sebanyak 18 unit bus disiapkan untuk melayani arus mudik dan arus balik.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Sukaryanto mengatakan, dari total 18 unit bus tersebut, 13 unit dialokasikan untuk arus mudik menuju Cilacap.
"Enam unit bus akan diberangkatkan dari Jakarta dengan titik kumpul di Museum Purna Bhakti TMII. Sementara tujuh unit lainnya dari Bandung dengan titik keberangkatan di PT Dirgantara Indonesia," ujar Sukaryanto, Senin (23/2/2026).
Seluruh armada arus mudik dijadwalkan berangkat serentak pada 16 Maret 2026 pukul 09.00 WIB. Para peserta diminta hadir lebih awal untuk proses registrasi dan pengecekan data sebelum keberangkatan.
BACA JUGA:Puluhan Bus di Terminal Cilacap Dicek Kelayakannya, Semuanya Laik Jalan
"Untuk tanggal pemberangkatan sama yaitu tanggal 16 Maret. Tapi unit kendaraan dari Bandung, diberangkatkan sore hari sekitar pukul 16.00," lanjutnya.
Selain arus mudik, Pemkab juga menyiapkan lima unit bus untuk arus balik ke tanah rantau. Tiga unit akan melayani tujuan Jakarta dan dua unit menuju Bandung.
"Keberangkatan arus balik direncanakan pada 28 Maret 2026,semua akan terpusat di Terminal Bulupitu Purwokerto," tandasnya.
Menurut Sukaryanto, jika mengacu pada kapasitas tempat duduk seluruh armada, program ini diperkirakan mampu mengangkut lebih dari 800 penumpang.
BACA JUGA:Cilacap Dapat Jatah Terbanyak Mudik Gratis, Disiapkan 17 Bus
Jumlah tersebut dinilai cukup signifikan untuk membantu warga Cilacap yang ingin pulang kampung tanpa terbebani biaya transportasi yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.
"Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat perantau. Selain meringankan biaya, kami juga ingin memastikan perjalanan mereka lebih aman, nyaman, dan terkoordinasi," jelasnya.
Dishub Cilacap juga akan memastikan seluruh kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum diberangkatkan. Pemeriksaan teknis dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang selama perjalanan jarak jauh.
"Kendaraan yang akan digunakan maksimal berusia 5 tahun, selain itu kita juga akan pastikan kelayakannya serta akan melakukan tes urine bagi awak atau kru bus untuk menghindari penggunaan narkotika, " tegas Sukaryanto.
Pemerintah daerah berharap program mudik gratis ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat serta membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi saat musim mudik.