Ikhtiar Banyumas Hadirkan Rawat Inap di Tiap Kecamatan

Selasa 17-02-2026,14:00 WIB
Reporter : Yudha Iman Primadi
Editor : Bayu Indra Kusuma

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Bagi sebagian warga Banyumas, keputusan berobat bukan semata soal sakit atau tidak. Ia juga soal jarak, ongkos transportasi, dan waktu tempuh menuju rumah sakit di pusat kota.

Dalam kondisi darurat ringan—demam tinggi, dehidrasi, atau observasi medis—perjalanan belasan hingga puluhan kilometer bisa menjadi beban tersendiri.

Di titik itulah peran puskesmas rawat inap menemukan relevansinya.

Pemerintah Kabupaten Banyumas kini menargetkan setiap kecamatan memiliki minimal satu puskesmas rawat inap hingga 2029. Program tersebut menjadi bagian dari Trilas menuju Banyumas PAS (Produktif, Adil, dan Sejahtera).

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan penguatan layanan kesehatan primer merupakan fondasi pemerataan pelayanan publik.

“Kami ingin layanan kesehatan makin dekat dengan masyarakat. Tidak semua warga harus langsung ke rumah sakit. Dengan puskesmas rawat inap, penanganan kasus ringan dan observasi bisa dilakukan di kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat realisasi dilakukan bertahap.

“Setiap tahun harus ada tambahan. Targetnya seluruh kecamatan memiliki puskesmas rawat inap,” tegasnya.

Kabupaten Banyumas memiliki 27 kecamatan. Saat ini, 16 puskesmas rawat inap telah beroperasi di 15 kecamatan, yakni Lumbir, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, Purwojati, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Sokaraja, Cilongok, Pekuncen, Gumelar, Baturraden, dan Tambak.

Artinya, masih ada 7 kecamatan (di luar eks kotip Purwokerto) yang belum memiliki fasilitas rawat inap.

Tim Kerja Sarana Prasarana Dinkes KB Banyumas, Sukamto, mengatakan sejak 2025 pihaknya menargetkan minimal satu tambahan rawat inap per tahun.

“Tahun lalu bertambah di Baturraden. Yang dikejar selanjutnya Puskesmas Kembaran II, Kalibagor, Somagede dan Sumbang I,” katanya.

Di tengah efisiensi anggaran, pembangunan tetap berjalan. Puskesmas Tambak II tahap I mendapat alokasi Rp 6,5 miliar, sementara Purwokerto Selatan dan Kembaran I masing-masing Rp 3,5 miliar.

Untuk 2026, Rp 1,5 miliar dialokasikan untuk kelanjutan Tambak II tahap II. Relokasi Kalibagor diperkirakan membutuhkan Rp 7,5 miliar guna mendukung peningkatan layanan rawat inap.

Dinkes mencatat 40 puskesmas di Banyumas memiliki minimal tiga dokter. Total terdapat 192 dokter umum dan 53 dokter gigi termasuk internship.

Tags :
Kategori :

Terkait