CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pasokan ikan bawal putih dari perairan selatan Jawa nyaris tidak ada menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Kondisi ini diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga di pasaran.
Aktivitas nelayan yang biasanya ramai menjelang Imlek terlihat lesu. Kapal lebih banyak bersandar karena cuaca ekstrem, dan gelombang tinggi yang terjadi dalam dua hingga hampir tiga bulan terakhir.
Pariman, pengepul ikan mengatakan, tahun ini bawal putih sama sekali tidak keluar. Padahal permintaan pasar terutama dari Jakarta, meningkat menjelang Imlek.
"Permintaan dari Jakarta banyak sekali sebelum Imlek. Tapi tahun ini stok benar-benar kosong. Otomatis kami tidak ada pendapatan, nelayan juga tidak ada pemasukan," ujarnya.
BACA JUGA:Cuaca Buruk, Nelayan Cilacap Pilih Tak Melaut Demi Keselamatan
Biasanya satu hingga dua bulan sebelum Imlek, nelayan di sepanjang pesisir selatan termasuk Cilacap, sudah mulai memanen bawal putih dalam jumlah besar.
"Namun cuaca buruk membuat nelayan enggan melaut karena risiko keselamatan," tandasnya.
Sebagian kecil nelayan yang tetap melaut dengan kapal kecil hanya mendapatkan ikan jenis lain, seperti belo, bilis, atau mondok dengan nilai jual lebih rendah.
"Hasilnya tidak mencukupi untuk menutup biaya operasional. Kelangkaan ini diperkirakan akan memicu lonjakan harga bawal putih di pasaran," tambahnya.
BACA JUGA:Hasil Tangkapan Nelayan Cilacap Merosot Akibat Gelombang Tinggi
Saat kondisi normal, harga bawal putih berkisar antara Rp 80.000 hingga Rp 375.000 per kilogram tergantung ukuran dan kualitas. Nelayan memperkirakan kondisi cuaca akan mulai membaik sekitar April mendatang.
"Untuk perayaan Imlek tahun ini, bawal putih dari Cilacap dipastikan menjadi komoditas langka dan berpotensi dijual dengan harga lebih tinggi dari biasanya," pungkasnya.