Penonaktifan BPJS PBI Picu Ramainya Layanan
KEBUMEN – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kebumen mendadak ramai pengunjung dalam sepekan terakhir. Lonjakan ini dipicu kebijakan penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen PBI (Penerima Bantuan Iuran), yang membuat banyak warga mendatangi MPP untuk mengurus administrasi dan reaktivasi layanan.
Petugas layanan MPP Kebumen, Nanang Aris, mengatakan puncak lonjakan pengunjung hingga tiga kali lipat dari hari biasa. “Biasanya loket BPJS Kesehatan paling 10 layanan, sekarang bisa sampai 39,” ungkapnya saat ditemui Jum'at (13/2/2026).
Nanang menambahkan, pengunjung yang datang bukan hanya peserta BPJS PBI, tetapi juga peserta mandiri. Namun jika diklasifikasikan, mayoritas warga datang untuk reaktivasi kepesertaan yang dinonaktifkan akibat penyesuaian data. “Banyak yang mau berobat, tapi ternyata statusnya tidak aktif. Makanya mereka datang ke sini untuk urus ulang,” jelasnya.
Situasi serupa terjadi di kantor BPJS Kesehatan Kebumen. Humas BPJS, Andy Sulistyanto, membenarkan jika layanan belakangan ini ramai. Ramainya masyarakat tidak hanya terlihat di kantor pusat, tetapi juga di berbagai layanan offline maupun online. “Semua tetap dilayani dengan baik. Masyarakat diminta tetap tenang, semua bisa diurus,” katanya.
BACA JUGA:BAZNAS Kebumen Dorong Mustahik Buka Lapak Iftar
BACA JUGA:Bingkisan Lebaran, Pemkab Kebumen Dorong ASN Beli Produk UMKM
Andy menegaskan, penonaktifan kepesertaan PBI bukan ranah BPJS Kesehatan, melainkan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Langkah ini muncul setelah pemerintah melakukan pemutakhiran data masyarakat miskin dan rentan. “Secara berkala memang ada validasi data. Itu wajar, agar bantuan tepat sasaran,” terangnya.
Andy juga mengingatkan masyarakat, layanan BPJS Kesehatan masih bisa diakses, dengan mengikuti tahapan dan verifikasi yang berlaku. Persyaratan serta prosedur reaktivasi sudah tersedia di laman resmi dan media sosial BPJS. “Bisa diurus kok, yang penting ikuti petunjuk resmi,” tegasnya. (sel)