PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah, secara resmi memancangkan target ambisius untuk menembus posisi tiga besar pada kontestasi politik mendatang. Target strategis ini ditegaskan dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pimpinan dan Anggota Legislatif se-Jawa Tengah yang digelar Kamis, (12/02/2026) di Yogyakarta, dengan tema “Sinkronisasi, Asta Cita, dan Jateng Maju.”
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, dalam arahan strategisnya mengingatkan para anggota dewan bahwa peran mereka bukan sekadar jabatan administratif, melainkan representasi hidup dari nilai-nilai partai.
"Pejabat publik dan alat-alat dewan adalah etalase perjuangan partai. Bapak dan Ibu membawa misi besar dalam mewujudkan cita-cita ideologi kita. PKS lahir dari gerakan religius yang bertransformasi menjadi kekuatan sosial-politik pro-demokrasi. Identitas ini harus terpancar dalam setiap kebijakan yang Bapak Ibu kawal," tegas Kholid di hadapan ratusan legislator PKS se-Jawa Tengah.
Kholid juga menyoroti pentingnya meningkatkan leverage (daya ungkit) ketokohan kader PKS. Ia menginstruksikan, para kader untuk menanggalkan rasa pekewuh (sungkan) yang selama ini menghambat munculnya tokoh internal di panggung nasional maupun daerah.
"Kita harus siap mendorong kader sendiri untuk muncul di kertas suara, baik Pilkada maupun Pilpres. Ini adalah cara kita mengukur sejauh mana dukungan masyarakat terhadap nilai-nilai yang kita perjuangkan," tambahnya.
Dalam forum tersebut, dibahas pula peluang strategis pasca-putusan Mahkamah Konstitusi terkait ambang batas 7%. PKS mencatat sedikitnya ada 18 daerah di Jawa Tengah yang memungkinkan PKS mengusung calon kepala daerah secara mandiri.
Terkait dinamika sistem pemilu, Sekjen Kholid menekankan bahwa konsolidasi ini sangat krusial untuk menghadapi segala skenario.
"Kita harus siap dengan segala kemungkinan, baik sistem pemilu terbuka maupun tertutup. Intinya, militansi harus semakin kokoh untuk memastikan PKS hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat Jawa Tengah," terangnya.
Senada dengan Sekjen, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, mengungkapkan optimismenya meski Jawa Tengah dikenal sebagai wilayah politik yang sangat kompetitif. Ia menegaskan bahwa Bimtek ini merupakan langkah konkret sinkronisasi gerakan dari tingkat pusat hingga daerah.
"Jawa Tengah adalah wilayah dinamis yang sering disebut sebagai 'kandang' yang diperebutkan. Melalui Bimtek ini, kami merapatkan barisan. Anggota legislatif PKS di Jawa Tengah telah teruji loyalitasnya; setiap kali dipanggil untuk tugas partai, mereka selalu siap merapat," ujar Hadi dalam sambutannya.
Hadi menambahkan, PKS Jateng telah merumuskan formula Kader, Kaderisasi, dan Pelayanan Publik (K2P2) untuk mencapai target nyata. "Target kita jelas: meningkatkan perolehan kursi DPR RI dari 9 menjadi 11 kursi dan mengukuhkan posisi PKS di 3 besar Jawa Tengah," imbuhnya. (res)
Incar 11 Kursi DPRI RI, PKS Bidik Target Tiga Besar
Jumat 13-02-2026,17:49 WIB
Editor : Ali Ibrahim
Kategori :