CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cilacap kini tak lagi hanya menyasar anak sekolah. Pemerintah mulai memperluas sasaran kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya intervensi penanganan stunting sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Cilacap, Hasanuddin mengatakan, perluasan sasaran MBG dinilai strategis untuk memastikan pemenuhan gizi terjadi sejak masa kehamilan hingga usia balita.
"Ini sangat bagus untuk intervensi penanganan stunting di Cilacap, karena pemenuhan gizi tidak bisa menunggu anak masuk sekolah. Harus dimulai sejak ibu hamil," ujarnya, Senin (9/2/2026).
Distribusi MBG kepada sasaran dilakukan melalui kader Posyandu, bidan desa, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mengantar langsung ke rumah-rumah penerima manfaat.
BACA JUGA:Cegah Kasus Keracunan, Puskesmas dan Guru Diminta Ikut Awasi Program MBG
Untuk memastikan kualitas menu MBG, Dinkes KB menggandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) melatih 150 tenaga ahli gizi dari SPPG agar makanan yang diberikan memenuhi angka kecukupan gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein hingga vitamin.
Tak hanya mengandalkan MBG, Pemkab Cilacap juga telah menjalankan program pemberian makanan tambahan bagi balita stunting melalui dukungan iuran ASN lintas instansi yang sudah berjalan sejak 2025.
"Kalau PMT sudah berjalan lama, baik menyasar balita yang terindikasi stunting maupun kepada para ibu hamil," tandasnya.
Upaya pencegahan stunting juga diperkuat melalui peran 4.191 kader TPK yang tersebar di desa-desa. Mereka melakukan pendampingan kepada ibu hamil, edukasi gizi, serta pemantauan kesehatan bersama Puskesmas.
“Kalau ditemukan balita gizi buruk, ada intervensi rawat jalan maupun rawat inap yang kami bantu. Supervisi layanan KIA dan gizi juga rutin dilakukan di Puskesmas,” jelas Hasanuddin.
Melalui kombinasi MBG, pendampingan kader, dan intervensi langsung pada balita stunting, Pemkab Cilacap berharap angka stunting dapat ditekan secara bertahap.